
BPJS TK sasar pelaku UMKM jadi peserta

Asri mengatakan pelaku UMKM di Sulut karena jumlahnya mencapai puluhan ribu, sehingga ini menjadi peluang dalam meningkatkan kepesertaan penerima upah (PU).
Manado, (Antaranews Sulut) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) sasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi peserta.
"UMKM di Sulut cukup banyak, karena itu menjadi target peningkatan kepesertaan jaminan sosial," kata Kepala BPJS-TK Cabang Manado Asri Basir di Manado, Selasa.
Asri mengatakan pelaku UMKM di Sulut karena jumlahnya mencapai puluhan ribu, sehingga ini menjadi peluang dalam meningkatkan kepesertaan penerima upah (PU).
"Semua tenaga kerja di Indonesia wajib dilindungi oleh jaminan sosial, sebab merupakan amanat dari undang-undang," kata Asri.
Kepala Bidang fasilitasi Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Alwy Pontoh mengatakan diperkirakan jumlah IKM di Sulut berada di atas angka 60 ribu usaha.
"Namun jumlah tersebut sudah menyeluruh baik yang aktif maupun tidak aktif," kata alwy.
Tapi, katanya, sebagian besar masih aktif, dan terus mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari pemerintah dalam hal ini semua instansi terkait.
Dia menjelaskan IKM pangan paling banyak di Sulut dan memiliki tenaga kerja cukup besar.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Soekowardojo mengatakan usaha mikro kecil menengah ini memberikan dampak cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulut.
Pelaku usaha di Sulut cukup banyak namun belum dikembangkan dengan baik sehingga BI berupaya masuk dengan memberikan fasilitasi, pendampingan, pelatihan sehingga usaha UMKM tersebut semakin maju dan bisa masuk pasar internasional.
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 10-04-2018 20:27:28
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
