
BPJS-TK Target Peserta Lintas Agama Sulut

Tenaga kerja tersebut, akan dijamin kecelakaan kerja (JKK) dan kematian (JKM), hanya dengan iuran sebesar Rp10.800 per bulan, dengan patokan gaji sebesar Rp2 juta
Manado, (Antaranews Sulut) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Manado menargetkan peserta program lintas agama di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Tahun ini kami akan menargetkan tenaga kerja di semua agama Sulut baik Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha," kata Kepala BPJS-TK Cabang Manado Asri Basir di Manado, Rabu.
Asri mengatakan dari lima agama tersebut diperkitakan jumlah tenaga kerjanya ada puluhan ribu.
"Kami sudah menjajakinya, dengan mendatangi langsung pimpinan agama yang ada di Sulut," katanya.
Untuk tahap pertama, katanya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pimpinan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI).
"Selain datang langsung, kami juga membawa surat resmi," katanya.
Sehingga, katanya, pihak Sinode GMIM akan menyebarkan surat edaran ke semua jemaat, agar mengikutsertakan program BPJS-TK kepada semua majelis jemaat dan pekerja gereja.
"Kami berharap pihak GMIM akan segera menjadi peserta BPJS-TK, begitu pula dengan GPDI," jelasnya.
Dia mengatakan dari semua pekerja di lima agama yang ada di Sulut dikisaran 32 ribu orang.
Khusus di wilayah GMIM sebanyak 25 ribu pekerja dan GPDI sebanyak 3 ribu.
"Tenaga kerja tersebut, akan dijamin kecelakaan kerja (JKK) dan kematian (JKM), hanya dengan iuran sebesar Rp10.800 per bulan, dengan patokan gaji sebesar Rp2 juta," jelasnya.
Tenaga kerja tersebut, katanya, jika terjadi risiko kecelakaan kerja akan ditanggung semuanya oleh BPJS-TK sampai bisa bekerja kembali.
Namun, katanya, jika mengalami kecelakaan kerja dan meninggal akan mendapatkan santunan 48 kali gaji yakni sebesar Rp168 juta.
Jika hanya mengalami kematian biasa mendapatkan santunan sebesar Rp24 juta.
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 07-03-2018 18:21:09
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Christian Alberto Kowaas
COPYRIGHT © ANTARA 2026
