Pemaparan Asisten Dua Minahasa Utara Terabaikan

Pewarta : id Pemaparan Asisten Dua Minahasa Utara Terabaikan

Pertemuan Pemkab Minut bersama rombongan komisi IX DPR RI yang berlangsung di gedung Bapelitbang, Kamis.Antara Foto/Melky (1)

Minahasa Utara, 27/10 (Antara Sulut) - Pemaparan Assisten Dua Minahasa Utara Allan Mingkid tentang garis besar keunggulan daerah kepada rombongan komisi IX DPR RI dibawah pimpinan Syamsul Bahri yang melakukan reses di Minahasa Utara, Kamis (26/10), seakan terabaikan.
Meski telah mengkonfirmasi ketidakhadiran Bupati Minahasa Utara Vonnie A Panambunan dalam menjamu langsung rombongan Komisi IX DPR RI, tidak membuat pimpinan rombongan betah atas suasana yang ada, seakan pemaparan oleh Asisten Dua tak memberikan hasil baik.
"Sebelumnya kami mohon maaf karena Pimpinan kami Bupati Minahasa Utara tidak dapat hadir dalam kesempatan yang berbahagia ini karena sedang berada di luar daerah," ujar Assisten Dua Pemkab Minahasa Utara.
Kesemparan itu pun Mingkid memberikan pandangan dan keberhasilan pembangunan di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, diantaranya pembangunan tanggul pemecah ombak di Likupang Timur, pembangunan infrastruktur akses sejumlah objek pariwisata dan tak kalah pentingnya penghargaan WTP oleh BPK RI terhadap kabupaten setempat.
Usai pemaparan, Ketua rombongan Syamsul Bahri saat diberikan kesempatan tak berbicara lebih tapi hanya mengungkapkan kekecewaan karena tidak dihadiri langsung oleh Bupati Minahasa Utara.
"Karena Bupati tidak ada, dalam bentuk kekecewaan pertemuan ini pun sampai disini saja, dan kami akan melanjutkan kegiatan lain," ujar Bahri sambil bergegas mengakhiri pertemuan.
Usai pertemuan itu, ditanya soal kekecewaannya, Bahri mengakui jelas dirinya sangat kecewa karena tidak dihadiri langsung Bupati setempat.
"Kita tentu kecewa! Kita sudah jadwalkan dari beberawa waktu lalu bahwa kita akan berkunjung. Kita akan melakukan rapat dengan kepala daerah ternyata kepala daerah tidak berada di tempat. Artinya tidak siap menerima kita. Karena tidak siap kita tidak perlu tentunya melanjutkan. Jadi ini sesuatu yang patut disesalkan," ujar Bahri menyesalkan.
Dia mengatakan, untuk menjadwalkan kegiatan ini tidak gampang. Karena sebenarnya banyak bupati dan walikota antri meminta Komisi IX untuk datang berkunjung. Namun pihaknya memilih kabupaten Minahasa Utara.
"Intinya tujuan kunjungan ini untuk mengkonfirmasi berbagai pelaksanaan pembangunan yang dibiayai APBN terkait Komisi IX seperti kesehatan dan tenaga kerja. Seperti kesehatan apa masalah, kendalanya apa? Pengawasan obat, pelayanan obat, pelayanan rumah sakit, pelayanan KB bagaimana. Semua itu kita ingin mengkonfirmasi apa yang semua diungkapkan pejabat pusat, menteri, kepala badan, kita ingin ngecek apa sesuai fakta di lapangan, ini fungsi pengawasan. Apabila sesuai fakta, tentunya kita bersyukur, tetapi kalau ada defiasi, penyimpangan tentu kita akan koreksi, perbaiki. Itu tujuan kita datang ke sini," ujarnya menegaskan.
Dia mengatakan, akan menjadwalkan lagi agenda kerjanya di Minahasa Utara sekaligus menyesuaikan waktu.
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar