Logo Header Antaranews Manado

Reuni Akbar Alumni Angkatan 87 Fakultas Hukum Unsrat Manado

Senin, 28 Agustus 2017 09:35 WIB
Image Print
Foto bersama alumni Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan 1987 pada acara reuni akbar yang dihelat 25-26 Agustus. (1)
Semangat inilah yang coba kami rangkum dalam reuni akbar,

Manado, (AntaraSulut) - Alumni angkatan 1987 Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara menggelar reuni akbar penuh keakraban 25-26 Agustus di Kota Manado, Tomohon dan Kabupaten Minahasa.

"Reuni ini mempunyai tujuan di antaranya berkumpulnya kembali antarsesama teman, sahabat, rekan seperjuangan, saudara, sanak famili, atau alumni pendidikan. Semangat inilah yang coba kami rangkum dalam reuni akbar," kata salah satu Alumnus Roy RL Saroinsong SH di Manado, Minggu.

Saroinsong yang kesehariannya menjabat Kepala Bagian Humas Setdaprov Sulawesi Utara mengatakan, reuni ini disemarakkan dengan berbagai kegiatan di antaranya pemberian bantuan seperangkat alat PC Komputer dan Souvenir ke Fakultas Hukum Unsrat Manado.

Bantuan perangkat komputer itu diserahkan Ketua Panitia Reuni 2017 Semmy Mananoma SH MH, Merry Alamri SH dan Irwan SH, serta Fabian Budi Pascoal SH LLM dan diteriman beberapa dosen seperti Toni Rompis SH MH, Toar Palilingan SH MH.

"Ini adalah wujud kepedulian dan sumbangsih Alumnus kepada almamater tercinta sekaligus bersilaturahmi dengan seluruh civitas akademika termasuk dekan, dosen dan staf pengajar," kata Ketua Panitia reuni Semmy Mananoma SH MH.

Suasana hangat dan penuh keakraban terjalin mengenang nostalgia semasa bangku kuliah, semua larut dalam keakraban antarsesama alumni manakala menginjakkan kaki di kampus tercinta.

"Banyak suka duku ketika mengenang kembali romansa 30 Tahun yang silam," ujar salah satu dosen yang akrab dan populis di kalangan mahasiswa dan alumni, Max Tommy Sondakh SH MH.
Reuni akbar ini diberi label "Gorela 87", kata Saroinsong.

"Sesuai dengan ciri khas dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sesama almamater. Sebutan Gorela adalah bagian integeral dari jargon dan semboyan khas dan eksistensi Fakultas Hukum Unsrat Manado," katanya.

Sebutan "Gorela" kemudian dijadikan sebagai salah satu atribut mars dan lagu heroik perjuangan kala mengusir kaum penjajah/kolonial.

Alumni kemudian bergerak dan meninggalkan kampus dan berwisata ke beberapa tujuan destinasi di Kota Tomohon, Danau Tondano dan sekitarnya.
Suasana kemeriahan dan kekeluargaan tampak dari semua alumnus yang saat ini berprofesi sebagai lawyer, notaris, dosen, birokrat, jaksa, hakim, panitera maupun wiraswasta.

Di antaranya, Edwin Wuisang SH (pejabat teras di Sekretariat Kabinet RI), Syechbsash SH (notaris terkemuka di Kota Surabaya), Nelly Pinangkaan SH (pengajar Fakultas Hukum Unsrat), Merry Bayu Karno SH (istri Kapolres di Provinsi Kalimantan Timur), serta Akub ZS Busara SH (dosen perguruan tinggi di Kota Gorontalo).

Semua seakan enggan beranjak dari lokasi acara yang diakhiri dengan kegiatan "Malam Baku Dapa" di salah satu restoran di bilangan Bahu-Manado.

"Ada sejumlah atraksi hiburan dan jamuan makan malam yang tersaji sebelum para alumnus yang menetap di luar Provinsi Sulut akan kembali ke Jakarta, Surabaya, Gorontalo, Ternate, dan Kalimantan Timur," kata Saroinsong.



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026