
Wagub Sulut: Kodrat Bangsa Indonesia Adalah Keberagaman

Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman.
Manado, (AntaraSulut) - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw saat membacakan sambutan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Lahir Pancasila menyebutkan kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman.
"Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Rote adalah keberagaman berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan, bersatu padu membentuk Indonesia, itulah Kebhinneka Tunggal Ikaan kita," kata Wagub Kandouw di Manado, Kamis.
Kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, menurut Wagub sedang mengalami tantangan.
"Kebhinnekaan kita sedang diuji. Saat ini pandangan dan tindakan mengancam ke-bhinnekaan dan keikaan kita. Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila," ujarnya.
Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan kabar bohong, ujarnya.
"Kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri," ujarnya.
Lagi, kata dia, dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan.
Pancasila merupakan hasil dari kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.
"Itu adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita," ujarnya.
Wagub mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat menjaga Pancasila.
Sebab menurut dia, pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan.
"Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu mengapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila, dan anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan, serta kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran untuk menjadikan bangsa yang adil, makmur bermartabat di mata internasional," ajaknya.
Wagub juga berharap adanya kewaspadaan terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.
Pemerintah pasti akan bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.
Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia, tegasnya.
"Mari jaga perdamaian, persatuan dan persaudaraan di antara kita. Mari saling bersikap santun, menghormati, toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia," ajaknya.***2***
(T.K011/B/I006/I006) 01-06-2017 17:40:00
Pewarta : Karel A Polakitan
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
