Kamis, 19 Oktober 2017

DPRD Manado Dorong Sekolah Ajukan Rehabilitasi Gedung

id DPRD
DPRD Manado Dorong Sekolah Ajukan Rehabilitasi Gedung
Pimpinan dan anggota komisi D saat mengunjungi SMP Negeri VIII Manado. (Joy) (1)
Kami sudah menyampaikan hal tersebut kepada para kepala sekolah, karena perubahan anggaran akan dibahas pertengahan tahun ini

Manado, (Antarasulut) - DPRD Manado mendorong pimpinan sekolah-sekolah yang saat ini dalam kondisi rusak, agar mengajukan proposal permohonan rehabilitasi gedung sebelum perubahan APBD 2017.

"Kami sudah menyampaikan hal tersebut kepada para kepala sekolah, karena perubahan anggaran akan dibahas pertengahan tahun ini," kata Sekretaris Komisi D DPRD Manado Sonny Lela, bersama pimpinan Komisi D lainnya Dijana Pakasi, dan legislator lainnya Fatma Bin Syech Abubakar dan Vanda Pinontoan di Manado.

Lela mengatakan, salah satu kepala lembaga pendidikan yang diminta untuk mengajukan proposal permohonan bantuan rehabilitasi gedung sekolah ke DPRD adalah Kepala SMP Negeri VIII Manado, Adeleida Kemur.

Menurutnya, hal tersebut disampaikan saat komisi D melakukan pemantauan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di Manado, di SMP Negeri VIII Manado, dan melihat langsung bagaimana kondisi tempat itu.

"Gedung sekolah tersebut sebagian sudah rusak, mulai dari atap sampai dindingnya bahkan toilet sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk kenyamanan para siswa bersekolah," katanya.

Dia mengatakan, proposal permohonan bantuan untuk rehabilitasi bangunan harus secepatnya dimasukan sehingga bisa disampaikan sebagai usulan saat DPRD melakukan pembahasan bersama dengan pemerintah.

Kepala SMP Negeri VIII Manado, Adeleida Kemur, mengakui memang gedung sekolah negeri satu-satunya di Manado tersebut, mengalami kerusakan cukup parah.

"Dindingnya sudah rusak, sehingga terpaksa kami tahan menggunakan lemari, pintu-pintu ruangan rusak, sampai atap dan buku-buku rusak karena sekolah selalu banjir setiap kali hujan turun," katanya.

Dia mengatakan, setiap kali hujan turun, air masuk ke area persekolahan dan membanjiri ruangan kelas, perpustakaan bahkan laboratorium sekolah sehingga merusak berbagai fasilitas yang ada.

Sebab itu, Kemur mengatakan akan segera memasukan proposal dan berharap dapat diperjuangkan oleh para wakil rakyat karena semuanya dilakukan untuk kemajuan lembaga pendidikan dan para peserta didik yakni siswa. ***4***

(T.KR-JHB/B/G004/G004) 18-04-2017 15:26:32

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga