Kamis, 19 Oktober 2017

Ketua DPRD Manado: Kami Serius Pantau USBN

id DPRD
Ketua DPRD Manado: Kami Serius Pantau USBN
Ketua DPRD Manado, Noortje Henny Van Bone bersama dengan Kepala Dnas Pendidikan Manado Dr Deasy Lumowa, saat memantau USBN di SMP Katolik Fr. Don Bosco. (Joy) (1)
Yang kami utamakan adalah masa depan anak dan itu menjadi tanggungjawab dan kewajiban pemerintah dan DPRD termasuk sekolah dan tentu orang tua
(LIPUTAN KHUSUS) 

     Manado, (Antarasulut) - Ketua DPRD Manado, Noortje Henny Van Bone, mengatakan, pemerintahan dan DPRD serius memantau dan mengawasi pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN), karena itu merupakan salah satu faktor penentu kelulusan siswa dari sekolah. 
     
     "Kami melakukan pengawasan dan pemantauan langsung selama pelaksanaan USBN bersama Wali Kota Vicky Lumentut, Wakil Mor Bastiaan, Kepala Dinas Deasy Lumowa, jajaran pejabat Pemkot serta pimpinan dan anggota komisi D," kata Ketua DPRD Manado Noortje Henny Van Bone. 

     Van Bone mengatakan, selama pelaksanaan USBN masih ditemukan ada siswa yang tidak empat ikut karena sejumlah alasan, seperti sakit, izin atau bahkan sudah pindah dan DO dari sekolah. 

     Namun dia mengatakan sudah mengingatkan pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan dan pihak sekolah untuk tetap mencari anak yang bersangkutan, apalagi ini masih tingkat SMP sehingga harus diselamatkan jangan sampai tidak lulus dari sekolah. 

     "Yang kami utamakan adalah masa depan anak dan itu menjadi tanggungjawab dan kewajiban pemerintah dan DPRD termasuk sekolah dan tentu orang tua untuk menyelamatkan masa depan anak-anak penerus bangsa," katanya. 

     Ketua DPC PD Manado tersebut mengatakan dalam dua kali pemantauan dan pengawasan di SMP Dian Harapan dan SMP Katolik Don Bosco, seluruh siswa mengikuti ujian, namun di sekolah lain berdasarkan informasi masih ada yang belum sempat ikut dan itu yang harus dicari, namun secara umum dia mengatakan, USBN berjalan lancar. 

    Van Bone mengatakan, DPRD juga mendorong para siswa yang ikut tetap berintegritas dan mengutamakan kejujuran sebagai bentuk budi pekerti yang baik.

     Dia mengatakan, pada hari pertama, mendampingi Wali Kota Manado, Vicky Lumentut, membuka soal sekaligus memantau pelaksanaan USBN di SMP Dian Harapan Ranotana, Kecamatan Sario. 

     "Di hari pertama kami mengingatkan seluruh siswa untuk mengutamakan integritas dan kejujuran, karena memang itu adalah salah satu bentuk karakter inti atau budi pekerti siswa yang harus bisa ditunjukan para siswa dengan tidak menyontek saat ujian, sebab sebelumnya sudah melakukan uji coba maka harus tetap mengikuti ujian dengan benar," katanya. 

     Kemudian di hari kedua, katanya, membuka soal di SMP Katolik Don Bosco bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Manado, Deasy Lumowa, dan mengingatkan siswa untuk tetap mengikuti ujian dengan kemampuan dan hikmat dari atas. 

     Pada hari terakhir katanya, melakukan pemantauan dan membuka soal di SMP Negeri II Manado, dimana di situ para siswa juga tetap diingatkan untuk berintegritas dalam melaksanakan ujian, sebab itu adalah bentuk ujian mental bagi mereka. 
 
     Di SMP Negeri II, kata Van Bone, ada juga para siswa dari SMP terbuka yang ikut  dimana mereka mendapatkan perlakuan yang sama untuk mengikuti ujian. Bahkan menurutnya sedikit istimewa, sebab diberikan seragam oleh pihak sekolah dan itu adalah bentuk perhatian pemerintah bagi mereka. 

     "Perhatian penting kami berikan untuk membuat mereka tetap bersedia mengikuti ujian sehingga bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau bersekolah lebih baik juga. *** 

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga