
Umat Katolik Jalan Salib Keliling Kampung
Jumat, 14 April 2017 08:17 WIB

Pada hari Raya Jumat Agung, Umat Katolik menggelar dua kegiatan pokok yakni jalan salib mengenang sengsara dan wafat Tuhan Yesus di dini hari atau pagi hari, dan pada sore hari, tepatnya pukul 15.00 Wita Upacara Jumat Agung.
Manado, (AntaraSulut) - Umat Katolik di Keuskupan Manado di pagi atau dini hari raya Jumat Agung, menggelar prosesi jalan salib mengelilingi kampung atau tempat tinggal masyarakat.
"Jalan salib mengelilingi kampung memiliki makna selain mengenangkan perjalanan sengsara dan wafat Tuhan Yesus, tetapi juga mengandung makna kecintaaan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar," kata Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Christofel Freydi Andries MSC.
Pastor Andries mengatakan mengelilingi kampung dengan berdoa, bernyanyi sambil mengenangkan misteri sengsara dan kematian Yesus Kristus, maka diharapkan kehidupan beriman masing-masing umat terus bertumbuh dan berkembang dimana kehidupannya tetap dekat kepada Sang Pencipta.
Umat Paroki Rumengkor, menggelar jalan salib dengan mengenangkan 14 peristiwa Yesus dimulai pukul 04.30 Wita dan berakhir sekitar pukul 08.00 Wita.
Lebih 1.500 umat di Paroki tersebut mengikuti prosesi rutin tahunan yang digelar setiap kali umat merayakan Jumat Agung.
Pewarta :
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
