Logo Header Antaranews Manado

KSAL: Perawatan Scorpene lebih mudah dibanding kapal selam lain

Rabu, 9 September 2026 19:29 WIB
Image Print
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat berada di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan perawatan mesin kapal selam Scorpene jauh lebih mudah dibandingkan dengan kapal selam lain yang dimiliki Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan Scorpene akan menjadi satu-satunya kapal selam yang bergerak dengan sumber tenaga Lithium-Ion Battery.

"Kapal selam Scorpene ini kan menggunakan Lithium-Ion Battery. Dibandingkan dengan kapal selam sebelumnya yang menggunakan Lead-Acid battery, itu sebenarnya pemeliharaannya akan lebih mudah," kata Ali saat jumpa pers di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Jakarta Selatan, Rabu..

Namun demikian, Ali tidak menjelaskan lebih detail unsur apa yang membuat perawatan kapal selam asal Naval Group Prancis ini jauh lebih mudah.

Dia hanya melanjutkan, sejauh ini pihaknya sudah mempersiapkan banyak hal agar kapal selam tersebut bisa menjalani perawatan mesin di dalam negeri.

Salah satunya yakni penyiapan infrastruktur perawatan kapal selam yang dilakukan oleh PT. PAL Indonesia, TNI AL dan Naval Group.

Seluruh infrastruktur itu dibangun PT. PAL berdasarkan standar yang telah ditetapkan Naval Group.

Selain penyiapan infrastruktur pendukung kapal selam, TNI AL juga telah mengirim prajuritnya untuk mempelajari Scorpene di PT. PAL dan Naval Group.

Hal itu dilakukan agar sumber daya manusia (SDM) TNI AL memungkinkan untuk dijadikan teknisi perawat mesin hingga awak kapal selam Scorpene.

Ragam persiapan itu dilakukan bersamaan dengan pembangunan kapal selam Scorpene oleh PT PAL dan Naval Group yang memakan waktu delapan tahun.

Dengan ragam persiapan itu, Ali berharap kapal selam Scorpene dapat beroperasi secara maksimal pada 2034 mendatang.

Sebelumnya, Mantan Asisten Perencanaan dan Pertahanan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asrena KSAL) Laksamana Madya TNI (Purn) Iwan Isnurwanto menilai TNI AL harus menyiapkan calon awak khusus untuk kapal selam Scorpene yang saat ini sedang dibangun di PT. PAL Indonesia.

Hal tersebut harus dilakukan Scorpene merupakan kapal selam dengan karakteristik dan teknologi yang berbeda dengan empat kapal selam lain yang dimiliki Indonesia.

"Untuk personel pengawak Scorpene kemampuannya berbeda dengan kapal selam TNI AL lain yakni Nagapasa Class dan Cakra Class. Salah satunya karena ada teknologi Lithium-Ion Battery di kapal selam Scorpene sehingga kemampuannya harus disiapkan," kata Eks Asrena KSAL Iwan Isnurwanto saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu (23/8).

Pemanfaatan teknologi Lithium-Ion Battery akan membuat kapal selam Scorpene memiliki keunggulan dibanding kapal selam lain.

Salah satunya yakni daya tahan bawah air yang cukup lama yakni bisa 7-10 hari dengan kapasitas energi tiga kali lipat lebih besar dengan Nagapasa Class dan Cakra Class.

Selain itu, penggunaan baterai jenis ini membuat kapal selam mengisi daya dengan waktu lebih singkat yakni dua sampai tiga jam.

Tenaga yang dikeluarkan baterai ini pun bisa membuat kapal selam bergerak dengan kecepatan konstan walaupun kekuatan baterai tinggal 20 persen.

Iwan menjelaskan, keunggulan-keunggulan itu datang dari mesin dan baterai yang tidak pernah ada di kapal selam milik TNI AL.

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya pendidikan kru calon awak kapal Scorpene agar pengoperasian kapal bisa dilakukan secara maksimal.

"Berarti harus mengambil calon kru dari personel yang ada di (kapal selam) Nagapasa Class atau di Cakra Class, sehingga mereka disekolahkan agar mengoperasikan Scorpene Class," ujarnya.

Pria yang pernah menjadi komandan kapal selam KRI Cakra-401 dan kru inti kapal selam KRI Nanggala-402 ini menjelaskan bahwa para calon kru itu harus mempelajari berbagai macam teknis operasional kapal hingga langkah penanganan kedaruratan.

Tidak hanya latihan teknis saja, para kru juga harus menjalani latihan praktik agar lebih mendalami teknik pengoperasian kapal selam tersebut.

"Karena dibangunnya di PT PAL, latihannya di mana? On site training-nya di sini yakni PT PAL atau di Prancis selaku asal perusahaan yang memproduksi Scorpene," ujar Iwan.

Dia berharap ragam kesiapan di bidang sumber daya manusia (SDM) itu dilakukan dengan matang oleh TNI AL demi memaksimalkan pengoperasian kapal selam Scorpene dalam menjaga laut Indonesia.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026