
Lapas Manado panen daun bawang hasil budi daya

Manado (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Sulawesi Utara melakukan panen daun bawang hasil budi daya warga binaan yang ditanam di area pertanian lingkungan lapas setempat.
"Apa yang dilakukan saat ini adalah bagian dari dukungan kami untuk ketahanan pangan," kata Kepala Lapas Kelas IIA Manado Krisman Siliwu di Manado, Kamis.
Selain mendukung program ketahanan pangan, kata dia, kegiatan tersebut juga mewujudkan warga binaan yang produktif.
"Kegiatan panen ini merupakan hasil dari pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan melalui program pertanian hortikultura," ujarnya.
Selain menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan, kata dia, program tersebut juga berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan di lingkungan lapas serta mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
"Keberhasilan panen daun bawang merupakan bukti nyata komitmen Lapas Manado dalam mengoptimalkan lahan yang ada menjadi lahan produktif," katanya.
Program pertanian tersebut, kata dia, tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Kami terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan pembinaan yang produktif," ujarnya.
Daun bawang yang dipanen, katanya, memiliki kualitas yang baik karena dilakukan perawatan secara rutin oleh warga binaan dengan bimbingan petugas.
Keberhasilan tersebut, kata dia, menjadi motivasi untuk terus mengembangkan berbagai komoditas pertanian lainnya sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
"Lapas Kelas IIA Manado terus berkontribusi dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan. Upaya ini, sekaligus menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat," katanya.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
