
Trump dan Xi Jinping capai kesepakatan perdagangan serta keamanan

Istanbul (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai kesepakatan untuk menstabilkan hubungan antara Washington dan Beijing selama kunjungan pertama presiden AS ke China sejak 2017, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, Minggu (17/5).
Kedua pemimpin sepakat bahwa AS dan China harus mengejar apa yang mereka gambarkan sebagai hubungan konstruktif berdasarkan stabilitas strategis, keadilan, dan timbal balik, kata pernyataan itu.
Trump diperkirakan akan menyambut Xi di Washington pada musim gugur ini, sementara kedua pemerintah mengatakan mereka akan saling mendukung sebagai tuan rumah KTT G20 dan APEC akhir tahun ini.
Pembicaraan juga mencakup isu-isu keamanan internasional utama.
Menurut pernyataan itu, Trump dan Xi sepakat bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir dan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa tidak ada negara atau organisasi yang boleh mengenakan bea masuk di sana.
Pernyataan itu mengatakan bahwa kedua pemimpin juga menegaskan kembali tujuan bersama untuk denuklirisasi Korea Utara.
Ditambahkan bahwa perjanjian tersebut membentuk dua lembaga bilateral baru: Dewan Perdagangan AS-China dan Dewan Investasi AS-China.
Dewan Perdagangan dimaksudkan untuk membantu kedua pemerintah mengelola perdagangan barang-barang non-sensitif, sementara Dewan Investasi akan berfungsi sebagai forum antar pemerintah untuk isu-isu terkait investasi.
Pernyataan tersebut juga menguraikan beberapa komitmen ekonomi dari China, termasuk langkah-langkah terkait logam tanah jarang dan mineral penting lainnya seperti yttrium, scandium, neodymium, dan indium.
Beijing mengatakan akan mengatasi kekhawatiran AS tentang kekurangan rantai pasokan dan pembatasan produksi logam tanah jarang dan peralatan pengolahan.
China juga menyetujui pembelian awal 200 pesawat Boeing untuk maskapai penerbangan China, menandai komitmen pertamanya untuk membeli pesawat Boeing buatan Amerika sejak 2017.
Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan menguntungkan lapangan kerja manufaktur AS.
Di bidang pertanian, China berkomitmen untuk membeli setidaknya 17 miliar dolar AS (Rp299,1 triliun) produk pertanian AS setiap tahunnya pada 2026, 2027, dan 2028, di samping komitmen pembelian kedelai yang dibuat pada Oktober 2025.
Beijing juga memulihkan akses pasar untuk daging sapi AS dengan memperbarui daftar yang telah habis masa berlakunya untuk lebih dari 400 fasilitas daging sapi Amerika dan menambahkan yang baru.
China mengatakan akan bekerja sama dengan regulator AS untuk mencabut penangguhan yang tersisa pada fasilitas daging sapi AS, menurut pernyataan tersebut.
China juga melanjutkan impor unggas dari negara bagian AS yang telah ditetapkan oleh Departemen Pertanian AS sebagai bebas dari flu burung patogenik tinggi.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
