Logo Header Antaranews Manado

IDAI soroti banyak hoaks terkait vaksinasi di beragam medsos

Selasa, 5 Mei 2026 19:35 WIB
Image Print
Tangkapan layar-Ketua Pengurus Pusat IDAI DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K) dalam diskusi di Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Jakarta (ANTARA) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa berkembangnya hoaks soal vaksinasi sangat dipengaruhi dengan kecepatan berkembangnya media sosial (medsos).

"Salah satu yang membuat orang ragu-ragu terhadap imunisasi adalah banyaknya mitos atau hoaks yang beredar luas, apalagi di era media sosial ini," kata Ketua Pengurus Pusat IDAI DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K) dalam diskusi di Jakarta, Selasa.

Piprim menyoroti bahwa mitos dan hoaks seputar vaksinasi sudah sangat gencar bahkan sejak 10 sampai 15 tahun yang lalu. Platform media sosial yang dapat menyalurkan informasi ke berbagai pengguna hanya dalam hitungan detik pun menjadi tantangan untuk memperluas cakupan vaksinasi.

Meski di satu sisi media sosial sangat membantu dalam menyebarkan edukasi baik soal vaksinasi pada masyarakat, dia menilai maraknya informasi yang salah mendorong masyarakat, khususnya para orang tua, jadi ragu dan memutuskan untuk tidak mengizinkan anak ikut imunisasi.

Ia mencontohkan situasi di Indonesia saat ini merupakan bukti dari maraknya hoaks dan mitos tersebut. Sebagian wilayah kini harus kembali menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan vaksin seperti campak dan polio.

"Sebetulnya vaksinnya sudah disiapkan, sudah ada dan gratis di posyandu atau puskesmas. Namun, apabila orang tua masih ragu, menjadi galau, karena terlalu banyak mitos yang dia percayai dan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak kita," katanya.

Menurut dia, anak-anak yang tidak vaksin berisiko mudah terkena penyakit secara berulang, dapat terkena stunting hingga cacat atau meninggal dunia tergantung dari penyakit yang diderita.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI Dr. dr. Rodman Tarigan, Sp.A, Subsp.T.K.P.S (K) menambahkan bahwa vaksinasi dapat mencegah kematian serta meningkatkan harapan hidup penerimanya.

Selain mencegah penyakit, vaksinasi juga melindungi penerima dari infeksi berulang yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Dia setuju bila mitos dan hoaks akan selalu ada mengiringi perkembangan ilmu maupun teknologi. Maka dari itu, diperlukan narasi dan literasi yang mudah dipahami tentang imunisasi di berbagai kalangan.

"Dalam hal ini media memiliki peran penting untuk menyampaikan fakta tentang imunisasi," katanya.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026