Logo Header Antaranews Manado

Disperindag: Manado tak terpengaruh kenaikan harga pangan global

Jumat, 1 Mei 2026 17:37 WIB
Image Print
Kadis Perindag Kota Manado Hendrik Warokka, di Manado, Kamis (31/4/2026). ANTARA/Nancy Tigauw

Manado (ANTARA) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado, Sulawesi Utara, Hendrik Warokka mengatakan daerah itu tidak terpengaruh dengan kenaikan harga pangan global.

"Kita bersyukur sampai saat ini harga dan stok pangan di sentra perdagangan Kota Manado masih dalam kondisi stabil dan aman," kata Hendrik, di Manado, Kamis (30/4).

Dia mengatakan saat ini pihaknya juga telah membentuk tim untuk melakukan pemantauan dan pengawasan semua bahan pangan setiap hari, di sejumlah pasar tradisional dan retail modern seiring berbagai informasi menyebar terkait dampak kenaikan harga pangan global.

Saat ini harga beberapa bahan pokok di Manado, seperti bawang merah Rp45.000/kg, bawang putih Rp35.000/kg, cabai merah keriting tercatat Rp20.000/kg, telur ayam dijual sekitar Rp60.000-Rp70.000 per baki, minyakita Rp17.000/kg hingga beras jenis SPHP 5 kg sekitar Rp62.500 hingga Rp65.000 serta beras premium 5 kg sekitar Rp75.000 hingga Rp85.000.

"Semua harga tersebut masih stabil," tambah Hendrik.

Ia mengatakan tanah di Sulut sangat subur sehingga semua tumbuhan bisa bertumbuh dengan baik, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pangan dari pekarangan rumah, ataupun kebun sendiri.

Pemkot Manado juga menyiapkan bibit-bibit tanaman pangan yang bisa didapat masyarakat secara gratis untuk ditanam di pekarangan rumah.

"Jika setiap keluarga di Manado melakukan penanaman cabai, tomat, bawang di rumah masing-masing, maka kita mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri setiap hari, tanpa harus ke pasar," katanya.

Pemerintah akan terus berupaya menjaga agar stok dan harga pangan di sentra perdagangan Kota Manado tetap stabil dan terkendali.

"Sehingga inflasi akan tetap terjaga, karena penyumbang terbesar inflasi Sulut yakni bahan pangan," katanya.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026