Logo Header Antaranews Manado

Toyota dan CATL kerja sama pengembangan baterai mobil di Indonesia

Senin, 20 April 2026 20:38 WIB
Image Print
Pengunjung melihat mesin kendaraan berbasis baterai listrik yang dihadirkan saat acara Public Announcement HEV Battery Deeper Localization TMMIN-CATL di Nusantara International Conference and Event (NICE) Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (20/4/2026). TMMIN dan CATL menyepakati kerja sama untuk memperdalam lokalisasi produksi baterai Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), khususnya untuk produksi sel baterai sebagai komponen terpenting. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

Jakarta (ANTARA) - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menggandeng Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin menyampaikan kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional, khususnya pada rantai pasok baterai dari hulu hingga hilir.

Kemitraan tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan 55 tahun Toyota Indonesia. Dalam kerja sama ini, TMMIN mengalokasikan investasi sebesar Rp1,3 triliun guna meningkatkan kapasitas produksi baterai sekaligus mendorong lokalisasi komponen penting di dalam negeri.

Disampaikan dia pula, kolaborasi dengan CATL akan memperluas kemampuan produksi baterai, tidak hanya pada tahap perakitan tetapi juga hingga produksi sel dan modul baterai.

Ia menyampaikan, saat ini TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang, Jawa Barat, untuk memproduksi baterai Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV.

Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, pihaknya berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh.

"Komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, nantinya akan diproduksi oleh SDM Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya akan memperbesar investasi, tetapi juga mendukung inisiatif multipathway Toyota menuju netralitas karbon melalui penguatan rantai pasok lokal," kata dia.

Melalui kerja sama ini, Toyota juga memperdalam lokalisasi baterai hybrid electric vehicle (HEV) guna mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.

Penguatan kapasitas produksi domestik diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi serta komponen utamanya ke pasar global.

Pihaknya, kata dia menargetkan ekspor baterai mulai paruh kedua 2026, baik dalam bentuk baterai yang terpasang pada kendaraan maupun komponen baterai secara terpisah.

Langkah ini menurutnya menandai peran Indonesia yang semakin penting dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam menegaskan bahwa pengembangan industri baterai juga akan memperkuat transformasi sektor otomotif nasional secara menyeluruh.

Proses ini menurutnya, secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV.

"Dengan demikian, selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN juga meningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri,” ucap dia.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan kendaraan elektrifikasi sepanjang 2025 mencapai 177.367 unit, tumbuh 71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi kendaraan elektrifikasi juga mencapai 127.420 unit, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen HEV.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026