Logo Header Antaranews Manado

Gempa di Sulut, plafon gereja di Rumengkor Minahasa runtuh

Kamis, 2 April 2026 11:37 WIB
Image Print
Kondisi plafon gipsum Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara runtuh akibat gempa, Kamis (2/4/2026) pagi. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Manado (ANTARA) - Gempa tektonik magnitudo 7,6 yang terjadi Kamis pagi menyebabkan plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Kecamatan Tombulu, Provinsi Sulawesi Utara runtuh.

"Kami memang sementara mempersiapkan untuk ibadah Kamis Putih pada sebentar malam jam 20.00 Wita," ujar Koordinator Bidang Aset dan Pembangunan Gereja Paroki Bunda hati Kudus Yesus Rumengkor Guido Merung dihubungi di Manado, Kamis.

Material plafon yang runtuh tersebut, kata dia, sudah ditangani dan dipastikan tidak akan mengganggu ibadah Kamis Putih, sebagai rangkaian perayaan Tri Hari Suci Paskah bagi umat Kristiani.

"Jadi hanya gipsum plafon yang jatuh, sementara rangkanya masih utuh. Tapi sudah dibersihkan," ujar dia.

Plafon yang runtuh tersebut berada di bagian tengah, tepat di bawahnya berada bangku-bangku kayu panjang yang biasanya ditempati umat saat beribadah.

"Plafon yang ada di atas altar masih utuh," katanya.

Ia memastikan runtuhnya plafon gereja tidak akan mengganggu jalannya ibadah Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah.

"Kami memperkirakan gereja ini bisa menampung sebanyak 800 umat yang beribadah. Karena itu, kami tetap berharap umat berhati-hati dan terus memantau informasi terpercaya dari BMKG," kata dia.

Pada Kamis, pukul 05.48.14 WIB wilayah barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 7,6, sedangkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat lintang utara (LU), 126,27 derajat bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara di kedalaman 33 kilometer.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026