Logo Header Antaranews Manado

OJK Sulutgo: Intermediasi perbankan dorong pertumbuhan ekonomi

Kamis, 5 Maret 2026 04:58 WIB
Image Print
Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar membuka kegiatan Media Update OJK Sulutgo, di Manado, Rabu (4/3/2026). ANTARA/Nancy L Tigauw

Manado (ANTARA) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) Robert Sianipar mengatakan fungsi intermediasi perbankan di wilayah itu berjalan baik sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Secara umum, kinerja sektor jasa keuangan di Sulut menunjukkan pertumbuhan positif dan terjaga di hampir seluruh sektor, meskipun terdapat beberapa perlambatan dan penurunan di sektor spesifik," kata dia pada diskusi "Media Update OJK Sulutgo" di Manado, Rabu.

Di sektor perbankan, kata dia, Provinsi Sulut mencatat kenaikan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan kredit.

Dia mengatakan dari sisi aset perbankan Sulut pada akhir 2025 mencapai Rp107,93 triliun atau naik 8,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp99,34 triliun.

Pertumbuhan aset tersebut, katanya, didukung dengan peningkatan kredit pada 2025 mencapai Rp56,77 triliun atau naik 6,14 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Dari penghimpunan dana masyarakat atau DPK mencapai Rp34,81 triliun di akhir tahun 2025 atau naik sebesar 10,87 persen dibandingkan tahun lalu hanya Rp31,39 triliun.

Apalagi, katanya, kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan Sulut sebesar 2,77 persen yang masih berada di bawah batas yang ditetapkan lima persen.

"Hal ini menandakan bahwa kesadaran debitur mengembalikan pinjaman semakin baik di Sulut," katanya.

Oleh karena itu, katanya, edukasi dan literasi keuangan penting untuk diberikan oleh industri jasa keuangan sehingga tidak hanya mengejar kepentingan bisnis.

"Menjadi bekal bagi kita semua dalam mengedukasi masyarakat. Dengan dukungan media, kami percaya pesan literasi keuangan dapat menjangkau pada segmen yang lebih luas, membangun kepercayaan publik, serta memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi konsumen di sektor jasa keuangan," katanya.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026