Logo Header Antaranews Manado

Malaysia dukung keketuaan Indonesia di D-8

Selasa, 3 Maret 2026 20:57 WIB
Image Print
Foto arsip - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 Developing Eight (D-8) atau forum ekonomi delapan negara berkembang di Ibu Kota baru Mesir atau New Adminstrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/am.

Jakarta (ANTARA) - Malaysia mengungkapkan dukungan penuh terhadap keketuaan Indonesia di organisasi Developing Eight (D-8) sembari mengharapkan perhatian lebih terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di negara anggota D-8.

Disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, Malaysia menjadikan penguatan perdagangan dan investasi, termasuk sektor UMKM, sebagai prioritas yang akan didorong pihaknya selama RI kepemimpinan D-8.

“Kekuatan industri Malaysia umumnya disokong UMKM. Karena itu, kami ingin D-8 berperan menguatkan potensi UMKM di negara kami, begitu pula UMKM di negara D-8 lain,” kata Dubes Hasrin dalam wawancara khusus bersama ANTARA di Jakarta, Selasa.

Malaysia senantiasa mendorong peningkatan dan investasi di antara negara anggota D-8 dengan mengoptimalkan kesepakatan perdagangan preferensial serta mendorong kolaborasi antara sektor bisnis negara D-8 melalui forum bisnis.

Pengembangan UMKM diketahui menjadi bagian salah satu dari lima prioritas kepemimpinan Indonesia di D-8, yaitu dalam aspek konektivitas dan ekonomi digital.

Prioritas lainnya yaitu integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, serta agenda reformasi internal organisasi D-8.

“Kami meyakini bahwa prioritas Indonesia adalah tepat dan sangat relevan,” kata Dubes.

Ia berharap D-8 membawa manfaat bagi ekonomi negara-negara anggotanya, supaya Malaysia dan negara-negara mitra di D-8 semakin berkembang.

Dubes Malaysia itu turut meyakini bahwa keberhasilan Indonesia mengetuai ASEAN pada 2023 menjadi jaminan bahwa Indonesia juga akan berhasil saat memegang kepemimpinan D-8 untuk periode 2026—2027.

“Malaysia akan memberikan dukungan terhadap keketuaan Indonesia untuk memastikan agar KTT tak hanya berhasil dilaksanakan, tapi supaya D-8 memberi jalan bagi anggotanya untuk bekerja sama meningkatkan ketahanan ekonomi anggotanya,” kata Dubes.

D-8 merupakan kelompok kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota ke-9 pada 2025.

Keketuaan Indonesia saat ini mengusung tema "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama" yang mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusifitas, dan ketahanan.

Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT D-8 di Jakarta April mendatang.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026