
Malaysia dukung keketuaan Indonesia di D-8

Jakarta (ANTARA) - Malaysia mengungkapkan dukungan penuh terhadap keketuaan Indonesia di organisasi Developing Eight (D-8) sembari mengharapkan perhatian lebih terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di negara anggota D-8.
Disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, Malaysia menjadikan penguatan perdagangan dan investasi, termasuk sektor UMKM, sebagai prioritas yang akan didorong pihaknya selama RI kepemimpinan D-8.
“Kekuatan industri Malaysia umumnya disokong UMKM. Karena itu, kami ingin D-8 berperan menguatkan potensi UMKM di negara kami, begitu pula UMKM di negara D-8 lain,” kata Dubes Hasrin dalam wawancara khusus bersama ANTARA di Jakarta, Selasa.
Malaysia senantiasa mendorong peningkatan dan investasi di antara negara anggota D-8 dengan mengoptimalkan kesepakatan perdagangan preferensial serta mendorong kolaborasi antara sektor bisnis negara D-8 melalui forum bisnis.
Pengembangan UMKM diketahui menjadi bagian salah satu dari lima prioritas kepemimpinan Indonesia di D-8, yaitu dalam aspek konektivitas dan ekonomi digital.
Prioritas lainnya yaitu integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, serta agenda reformasi internal organisasi D-8.
“Kami meyakini bahwa prioritas Indonesia adalah tepat dan sangat relevan,” kata Dubes.
Ia berharap D-8 membawa manfaat bagi ekonomi negara-negara anggotanya, supaya Malaysia dan negara-negara mitra di D-8 semakin berkembang.
Dubes Malaysia itu turut meyakini bahwa keberhasilan Indonesia mengetuai ASEAN pada 2023 menjadi jaminan bahwa Indonesia juga akan berhasil saat memegang kepemimpinan D-8 untuk periode 2026—2027.
“Malaysia akan memberikan dukungan terhadap keketuaan Indonesia untuk memastikan agar KTT tak hanya berhasil dilaksanakan, tapi supaya D-8 memberi jalan bagi anggotanya untuk bekerja sama meningkatkan ketahanan ekonomi anggotanya,” kata Dubes.
D-8 merupakan kelompok kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota ke-9 pada 2025.
Keketuaan Indonesia saat ini mengusung tema "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama" yang mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusifitas, dan ketahanan.
Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT D-8 di Jakarta April mendatang.
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
