Logo Header Antaranews Manado

Prabowo saksikan kerja sama Danantara-Arm di London

Selasa, 24 Februari 2026 11:17 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja bidang semikonduktor antara Badan Pengelola Investasi Danantara dengan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/2/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Amman (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung prosesi penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dengan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/2) waktu setempat, yang tujuannya untuk membangun dan memperkuat industri semikonduktor nasional.

Dalam rangkaian acara, Danantara diwakili oleh CEO Danantara, yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.

Beberapa menteri seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut menyaksikan prosesi penandatanganan perjanjian kerangka kerja Danantara-Arm mendampingi Presiden Prabowo.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga, selepas acara, menjelaskan kemitraan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo yang menghendaki adanya kemandirian dalam penguasaan teknologi nasional, karena itu melengkapi agenda besar pemerintah membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

“Ini yang leapfrog (menjadi lompatan, red.) untuk di digital ekosistem,” kata Airlangga Hartarto sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden yang dikonfirmasi, Selasa dini hari.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menjelaskan Arm Limited dijadikan mitra oleh Danantara karena perusahaan semikonduktor Inggris itu saat ini menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global, serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI).

“Ini merupakan kerja sama agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi, ini yang paling hulu di industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Menko Airlangga.

Airlangga melanjutkan adanya perjanjian kerangka kerja Danantara-Arm Limited diharapkan menjadi dasar diadakannya pelatihan untuk 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm.

“[Tujuannya, red.] agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” sambung Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani berharap kemitraan dengan Arm Limited dapat berdampak luas bagi pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia.

Kerja sama itu, Rosan menyebut, salah satunya mencakup pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun mendatangkan langsung ahli dari Arm ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus.

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chip ini, dan rencananya juga seperti yang disampaikan Pak Menko ada 15.000 engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” kata Rosan.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026