Logo Header Antaranews Manado

Badan Geologi: Waspadai potensi ancaman bahaya Gunung Lokon

Sabtu, 23 Agustus 2025 07:49 WIB
Image Print
Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. ANTARA/Karel A Polakitan

Manado (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak warga untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

"Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu waktu dapat keluar dari kawah," kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid AN dalam laporan yang diterima di Manado, Jumat.

Dalam laporan aktivitas periode 16-31 Agustus 2025 yang dibagikan Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, Badan Geologi, Juliana DJ Rumambi juga disebutkan potensi lainnya yaitu terjadinya erupsi freatik (erupsi yang diakibatkan kontak uap panas magma dengan air hidrotermal) secara tiba tiba.

Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak diharapkan juga mewaspadai terjadinya lahar pada musim penghujan atau terjadinya hujan deras di puncak Gunung Lokon dengan durasi lama.

"Berdasarkan data pengamatan visual dan instrumental serta dengan mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, tingkat aktivitas Gunung Lokon masih pada Level II (Waspada)," ujarnya

Pada tingkat aktivitas Level Il (Waspada), diharapkan memperhatikan direkomendasikan antara lain, masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan.

Mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon terutama pada musim hujan, sementara pemerintah daerah, BPBD Provinsi Sulut dan kabupaten/kota senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lokon dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi KESDM.

Dalam laporan tersebut disebutkan, pada periode tersebut terekam sebanyak lima kali gempa embusan, 30 kali gempa vulkanik dangkal, lima kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dua kali gempa terasa dengan skala MMI-I dan 73 kali gempa tektonik jauh.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026