Manado (ANTARA) - Bus Borlindo yang dioperasikan PT Borlindo Mandiri Jaya, membuka rute layanan dari Palu, Sulawesi Tengah ke Kota Manado, Sulawesi Utara.
"Kenapa masuk ke Kota Manado, itu karena permintaan masyarakat Sulawesi Selatan," kata Direktur Utama PT Borlindo Mandiri Jaya, Royi Sumule di Manado, Senin.
Menurut Royi, ada keluhan warga Sulawesi Selatan yang ingin ke Manado tanpa harus bermalam di Palu karena alasan terbatasnya kondisi keuangan.
"Kami buka di Manado karena permintaan masyarakat. Nah itu alasannya," katanya.
Penumpang berangkat dari Makassar jam 12.00 Wita, tiba di Palu keesokan harinya kira-kira jam 08.00 Wita atau 09.00 Wita.
Perjalanan sudah bisa dilanjutkan ke Manado jam 10.00 di hari yang sama, tanpa harus bermalam, jelas Royi.
"Kami juga menargetkan membuka layanan transportasi hingga ke seluruh provinsi di Sulawesi. Jadi setelah Sulawesi Utara akan melakukan ekspansi ke Sulawesi Tenggara," katanya.
Ketika semua wilayah di Sulawesi sudah terkoneksi, maka itu akan membantu memudahkan mobilitas masyarakat mengakses wilayah-wilayah antarprovinsi yang ada di Sulawesi.
"Sisi keselamatan pasti kami perhatikan. Kami selalu meremajakan kendaraan. Kendaraan kami gunakan tidak sampai lima tahun," sebutnya.
Kendaraan yang dioperasikan di bawah tahun 2023, tinggal lima unit dan beberapa di antaranya sudah terjual, tersisa tiga unit kendaraan yang juga dalam proses penjualan.
"Ini adalah bagian dari komitmen kami menjamin keselamatan penumpang menggunakan transportasi darat," ujarnya.
Dia optimistis hingga tahun 2027 semua wilayah di Pulau Sulawesi sudah terlayani dengan target armada bus sebanyak 70-80 unit dari yang tersedia saat ini sebanyak 30 unit.
Royi mengatakan, dibandingkan dengan perusahaan lainnya, harga tiket yang dijual sekali perjalanan bus Borlindo lebih mahal, karena perusahaan menyediakan kenyamanan bagi penumpang selama melakukan perjalanan jauh.
"Kami mengoperasikan dua tipe bus yaitu Scania dan Volvo matic suspensi," ujarnya.
Masuknya bus Borlindo melengkapi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang mangkal di Terminal Malalayang Manado setelah Harvest, Raja Trans dan Pares.