
Yen menguat terhadap dolar Selasa Sore

Tokyo, 14/4 (Antara/AFP) - Kurs yen menguat terhadap dolar dan euro di perdagangan Asia pada Selasa, setelah penasihat ekonomi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan unit telah meluncur cukup jauh.
Dolar berada di 119,81 yen pada perdagangan sore di Tokyo, turun dari 120,15 yen di New York pada Senin sore dan 120,44 yen di Tokyo pada Senin pagi, sedangkan mata uang tunggal Eropa jatuh menjadi 126,32 yen dari 127,02 yen di perdagangan AS.
Dalam sebuah wawancara televisi Senin malam, penasihat kebijakan ekonomi Koichi Hamada mengatakan yen "cukup lemah", karena 105 terhadap dolar menjadi tingkat yang lebih masuk akal.
Dia menambahkan tidak ada kebutuhan untuk bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), untuk memperluas rencana pelonggaran besarnya, yang telah membantu memangkas sekitar 50 persen dari nilai yen sejak
Abe meluncurkan program peningkatan ekonomi yang dijuluki Abenomics pada awal 2013.
"Fakta yang ia ditentukan tingkat 105 mendapat reaksi dari pasar," kata Yuji Saito, direktur valuta asing di Credit Agricole SA di Tokyo.
"Komentar (Hamada) tentang target inflasi jauh mematahkan setiap
ekspektasi untuk pelonggaran tambahan bulan ini, terutama di kalangan investor asing, menambahkan beberapa tekanan untuk membeli yen."
Terhentinya inflasi telah memicu spekulasi bahwa bank sentral Jepang akan memperlonggarkan moneternya lagi pada pertemuan kebijakan 30 April, tetapi Hamada mengatakan "tidak perlu untuk
memaksa inflasi" ke tingkat target bank 2,0 persen.
Pekan lalu BoJ mempertahankan rekor rencana pembelian asetnya tak berubah karena Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mencoba memacu inflasi yang telah terhenti karena penurunan tajam harga minyak.
Pada perdagangan lainnya, euro melayang mendekati tingkat terendah 12-tahun terhadap dolar menjelang rilis data penjualan ritel untuk Maret, dibeli 1,0543 dolar pada Selasa terhadap 1,0571 dolar di New York.
Mata uang tunggal jatuh melampaui batas 1,05 dolar pada bulan lalu untuk pertama kalinya sejak 2003, karena ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan program stimulus baru pembelian obligasi Bank Sentral Eropa.
Data AS yang diawasi ketat diperkirakan akan menunjukkan penjualan ritel naik pada laju terbesar dalam satu tahun, memperkuat kasus untuk Federal Reserve meningkatkan suku bunga pada 2015.
"Dolar telah diperdagangkan di sisi yang lebih kuat," kata Sireen Harajli, seorang penyiasat di Mizuho Bank.
"Saya mencari konfirmasi bahwa perekonomian semakin baik menuju akhir kuartal pertama. Pasar mengantisipasi angka yang baik," katanya
menambahkan.
Dolar bervariasi terhadap mata uang Asia-Pasifik.
Unit AS melemah menjadi 1,3634 dolar Singapura dari 1,3694 dolar Singapura, menjadi 31,25 dolar Taiwan dari 31,28 dolar Taiwan, menjadi 1.095,10 won Korea Selatan dari 1.098,75 won, dan menjadi 32,51 baht Thailand dari 32,60 baht.
Greenback menguat menjadi 44,65 peso Filipina dari 44,62 peso, menjadi 13.030,00 rupiah Indonesia dari 12.984,50 rupiah, dan menjadi 62,50 rupee India dari 62,40 rupee.
Dolar Australia naik menjadi 75,97 sen AS dari 75,86 sen, sedangkan yuan Tiongkok melemah menjadi 19,26 yen dari 19,38 yen.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
