Logo Header Antaranews Manado

7.785 Siswa SMA Di Manado Ikut UAS

Senin, 16 Maret 2015 21:28 WIB
Image Print
Ilustrasi - Suasana Ujian Akhir Sekolah (UAS) (Foto ANTARA))

Manado, (ANTARA Sulut) - Sebanyak 7.785 siswa SMA, SMK dan sekolah sederajat di Manado, Sulawesi Utara, mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) selama sepekan.

"UAS berlangsung 16 sampai 20 Maret, di 83 SMA, MA dan SMK yang ada di Manado, serentak dengan sekolah sederajat di seluruh Indonesia," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Corry Tendean, di Manado, Senin.

Corry mengatakan, UAS menjadi salah satu penentu kelulusan siswa, sesuai dengan ketentuan kurikulum, sebab itu para siswa diharuskan hadir dan ikut, jika tidak bisa tak lulus.

Namun Corry mengatakan, jika memang ada siswa yang tak ikut dengan alasan sakit atau lainnya, maka menjadi kewajiban sekolah untuk mencari siswa yang bersangkutan supaya bisa ikut ujian, supaya tidak gagal dalam ujian akhir tersebut.

Menurut Corry, jumlah siswa kelas tiga SMA dan MA yang ikut UAS sebanyak 4.400 orang dan SMK 3.385 siswa, dimana pelaksanaannya dilakukan di sekolah masing-masing belum ada yang bergabung.

"Kecuali untuk pelaksanaan UN nantinya, ada yang bergabung ke sekolah penyelenggara, dan biasanya itu adalah sekolah swasta yang ikut bersama dengan negeri," katanya.

Corry mengatakan, karena pelaksanaan UAS penting dan ketentuannya para peserta maksimal dalam satu ruangan berjumlah 20 orang, maka kelas dua dan satu diliburkan supaya tidak mengganggu pelaksanaan ujian, namun tetap belajar di rumah, dan siswa harus benar-benar siap.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, Richard Sualang, mengingatkan Dinas Pendidikan, dalam pelaksanaan ujian akhir sekolah, hal kejujuran harus dijunjung tinggi, karena sekarang penentu kelulusan adalah sekolah.

"Sebab dengan menjadi penentu kelulusan, maka objektifitas dan kejujuran menjadi faktor penting yang harus dipegang sekolah, jangan sampai karena keinginan meluluskan siswa, sampai kemudian tidak jujur dalam menilai dan meluluskannya," kata Richard.

Justru menurutnya dengan menjadi penentu kelulusan siswa, pihak sekolah harus menunjukan bahwa yang akan lulus nanti itu adalah benar-benar memiliki kemampuan IQ dan EQ yang tinggi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.



Pewarta :
Editor: Guntur Bilulu
COPYRIGHT © ANTARA 2026