Logo Header Antaranews Manado

Gagang Cengkeh Sulut Makin Diminati Belanda-Jepang

Kamis, 12 Maret 2015 12:59 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jenny Karouw mengatakan, gagang cengkeh asal Sulut makin diminati konsumen dari Belanda dan Jepang, menyusul permintaan dari kedua negara terus meningkat.

Manado, 12/3 (AntaraSulut) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jenny Karouw mengatakan, gagang cengkeh asal Sulut makin diminati konsumen dari Belanda dan Jepang, menyusul permintaan dari kedua negara terus meningkat.

"Gagang cengkeh yang diekspor ke Belanda sebanyak 20 ton senilai 25.500 dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan ke Jepang sebanyak enam ton seharga 16.800 dolar AS," kata Jenny, di Manado, Kamis.

Dia mengatakan, minat dua negara tersebut untuk membeli gagang cengkeh asal Sulut, cukup tinggi karena itu pengekspor daerah ini agar memanfaatkan potensi pasar tersebut.

"Sebagian besar petani Sulut hanya menjadikan gagang cengkeh sebagai sampah, dengan potensi pasar dua negara tersebut, maka petani diharapkan memanfaatkan potensi pasar ini," katanya.

Pengiriman gagang cengkeh dengan kualitas sangat bagus. Karena memang itu diminta pasar luar negeri," ujarnya.

Untuk itu, katanya, diharapkan petani cengkeh di daerah ini harus menghasilkan cengkeh dengan kualitas seperti yang diminta negara pembeli.

Pemerintah akan terus memfasilitasi para pengekspor dalam mengurus surat keterangan asal, pelatihan maupun promosi ke luar negeri sampai mencari pasar baru.

"Saya berharap tahun ini, pengiriman gagang cengkeh bukan hanya di dua negara tersebut namun akan merambah ke negara lain di dunia, dan pasar baru akan semakin terbuka," ujarnya.***3***

(T.K005/B/I006/I006) 12-03-2015 12:59:12



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026