
Inovasi Produk Sulut Harus Ditingkatkan Hadapi MEA

Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr Magdalena Wulur mengatakan inovasi produk di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) perlu ditingkatkan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun 2015.
Manado, 4/2 (AntaraSulut) - Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr Magdalena Wulur mengatakan inovasi produk di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) perlu ditingkatkan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun 2015.
"Sulut kaya akan sumber daya alam, namun masih kurang berinovasi," kata Magdalena, di Manado, Rabu.
Magdalena mengatakan memasuki pasar bebas Asean, produk Sulut harus lebih inovatif sehingga dilirik pasar luar negeri.
"Namun jika hanya itu-itu saja, maka dengan sendirinya pasar kita akan tergilas oleh produk yang sama dari luar negeri namun dikemas dengan begitu indah," jelasnya.
Memang katanya, sudah banyak komoditas Sulut dan turunannya yang diekspor namun masih barang mentah dan setengah jadi.
"Jika produk yang kita hasilkan barang jadi yang siap dipakai maka nilai tambah dari produk tersebut, banyak yang tertinggal di dalam negeri otomatis akan menguntungkan petani dan pengekspor," jelasnya.
Dia mengatakan Pemerintah harus fasilitasi para pengusaha dan industri kecil dan menengah di Sulut sehingga dapat lebih berinovasi.
"Pemerintah harus cepat, karena tantangan MEA sudah di depan mata," jelasnya.
Produk Sulut yang perlu dikembangkan yakni turunan kelapa, pala, perikanan serta produk perkebunan lainnya. ***3***
Pewarta : Oleh Nancy Lynda Tigauw
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
