
Angin kencang di Manado rusak rumah dan ranmor

Manado, (AntaraSulut) - Angin kencang disertai hujan lebat yang melanda Manado, Sabtu, sejak pagi hingga sore menyebabkan pohon tumbang, kendaraan bermotor (Ranmor) dan rumah rusak.
"Rumah kami parah rusak tertimpa pohon tumbang," kata Rein Tanos (25), warga, Tuminting, di Manado, Sabtu sore.
Menurut Rein, angin kencang memang sudah terjadi sejak pagi, namun karena masih dirasa aman istri dan anaknya memilih berdiam di rumah, tak disangka sekitar pukul 15.00 angin kencang merobohkan pohon di samping rumahnya hingga hancur.
"Untung saja anak dan istri saya tidak apa-apa karena sudah keluar rumah ke rumah nenek saya yang berdekatan hingga tidak menjadi korban," katanya.
Rumah lainnya yang hancur dan rusak parah adalah milik Pemberian Bento (52), warga Tuminting, yang rusak sama sekali bahkan bisa dikatakan rata tanah.
"Bangunan rumah kami lebih parah, tidak tersisa apapun semua rata dengan tanah barang-barang dalam rumah juga rusak," kata Pemberian.
Ia mengatakan untuk sementara masih menumpang di keluarga terdekat, karena belum ada tempat tinggal dan masih menunggu suasana aman baru bisa melakukan perbaikan.
Sedangkan mobil yang rusak ada sebuah angkutan kota, yang juga tertimpa pohon tumbang, di jalam Samratulangi, saat berhenti di bawah sebuah pohon.
Angkot yang hanya berhenti tidak lama itu, ringsek karena tertimpa pohon angsana yang patah di jalan tersebut.
Angin dan hujan mulai mereda sekitar pukul 17.00 wita namun warga Manado masih memilih menyingkir di tempat aman untuk menghindari jadi korban.
Pewarta : Joyce Bukarakombang
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
