Logo Header Antaranews Manado

Agama Tidak Boleh Jadi Pemicu Perpecahan

Kamis, 27 November 2014 23:50 WIB
Image Print
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs Ronny Sompie, SH MH mengatakan, agama tidak boleh dijadikan pemicu konflik dan perpecahan, melainkan dijadikan penunjang perdamaian dan persatuan.

Manado, 27/11 (AntaraSulut) - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs Ronny Sompie, SH MH mengatakan, agama tidak boleh dijadikan pemicu konflik dan perpecahan, melainkan dijadikan penunjang perdamaian dan persatuan.

Kadiv Humas Ronny Sompie mengemukakan hal itu saat menyampaikan materi tentang Peran Gereja Dalam Memelihara Keutuhan, Kerukunan dan Persatuan Bangsa di hadapan peserta Munas I Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) di Graha Bumi Beringin Manado, Kamis.

Menurut Sompie, ada orang-orang tertentu menganggap dan menjadikan agama sebagai dasar atau alasan untuk tidak boleh hidup bersama atau harus hidup terpisah, tidak boleh berdamai atau rukun dengan orang berbeda agama, bahkan ada anjuran untuk memusuhi dan membinasakan penaganut agama lain.

Mencermati permasalahan itu Sompie mengutarakan beberapa hal kepada umat beragama di Indonesia, yaitu perlu memahami dengan benar tujuan dari wawasan kebangsaan, meningkatkan kekeluargaan dan persaudaraan sejati antarsuku, ras, golongan, daerah dan agama serta kerukunan dan toleransi antarumat beragama maupun suku ras dan golongan.

Sompie mengatakan, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk di daerah Sulut, terdapat beragam denominasi gereja berbeda, dari satu sisi perbedaan itu sebagai satu kekayaan bangsa.

Sompie menilai perbedaan itu dapat dilihat sebagai kekayaan bangsa, di mana para penganut agama saling menghargai dan menghormati, saling belajar, saling menimbah serta memperkaya dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan keimanan masing-masing.

Menurut Sompie, perbedaan tak perlu dipertentangkan, tapi dilihat dan dijadikan sebagai pembanding, pendorong bahkan penguat dan pemurni untuk hidup bersama rukun dan damai sebagai sesama anak bangsa.

Pemateri lainnya pada acara Munas tersebut, Mantan Ketua Umum PB NU, KH Dr Hasyim Muzadi, juga selaku Presiden World Conference Religion for Peace (Presiden Konferensi Agama se Dunia untuk perdamaian). Peserta acara itu hamba-hamba Tuhan berbagai denominasi gereja dari seluruh Indonesia. ***1***



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026