
Dirlantas sebut tiga tujuan Operasi Keselamatan Samrat 2023

Manado (ANTARA) - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Robertho Pardede mengatakan terdapat tiga tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2023.
"Tujuan operasi ada tiga yaitu meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara di jalan raya, menurunkan fatalitas kecelakaan dan menurunkan angka pelanggaran," kata Pardede usai apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Samrat 2023, di Manado, Selasa.
Dia mengatakan selain penindakan terhadap pelanggaran seperti pengemudi yang memakai ponsel, pengemudi masih di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang untuk sepeda motor.
Serta tidak pakai helm dan sabuk pengaman, pengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi kecepatan dan kelengkapan kendaraan, petugas juga akan menindak kendaraan yang memakai knalpot bising atau tidak standar dan kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Dari pengamatan dilakukan, untuk wilayah Sulut, permasalahan kendaraan menggunakan knalpot bising dan tidak menggunakan TNKB atau plat nomor kendaraan cukup banyak.
'Kita sudah amati, banyak kendaraan yang tidak menggunakan TNKB di bagian belakang kendaraan. Apakah itu untuk menghindari tangkapan kamera ETLE atau ada upaya-upaya pelanggaran lain seperti ada upaya untuk melakukan 'doger' atau mencuri anjing," katanya.
Terkait dengan penggunaan sepeda listrik, dia mengatakan, penggunaan sepeda listrik hanya digunakan di area tertentu seperti pemukiman, di taman-taman dan tidak bisa digunakan di jalan raya.
"Selama pelaksanaan operasi keselamatan ini, kami juga akan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait penggunaan sepeda listrik " katanya.
Operasi Keselamatan Samrat 2023 dilaksanakan selama 14 hari dari tanggal 7 hingga 21 Februari.
Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
