Logo Header Antaranews Manado

Komunike Manado dapat ditingkatkan secara internasional

Senin, 19 Mei 2014 12:40 WIB
Image Print
"Jika Komunike Manado ditetapkan secara internasional, akan membuat nama Manado lebih dikenal dunia," kata Keppel di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Senin.

Manado, 19/5 (AntaraSulut) - Pakar Kelautan dan Perikanan Prof DR Charles Keppel mengatakan "Komunike Manado" dapat ditingkatkan untuk disepakati secara internasional melalui keputusan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

"Jika Komunike Manado ditetapkan secara internasional, akan membuat nama Manado lebih dikenal dunia," kata Keppel di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Senin.

Pelaksanaan World Coral reef Confrence (WCRC) di Manado 13-16 Mei 2014 sukses melahirkan "Manado Komunike" merupakan kesepakatan bersama dari enam negara tergabung dalam Coral Triangle Initiative (CTI).

Ke-enam negara itu adalah Indonesia, Papua Nugini, Salomon Islands, Filipina, Timor Leste, dan Malaysia.

Terdapat beberapa hal yang tertuang dalam Komunike Manado, antara lain melindungi dan mengelola keanekaragaman hayati biota laut secara berkelanjutan.

Adanya Komunike Manado itu, keenam negara tersebut secara bersama-sama mengembangkan potensi pembangunan dengan tetap menjaga dan memelihara kelestarian dan keseimbangan lingkungan.

Prof Charles mengatakan perlu adanya upaya-upaya menyangkut pengendalian perusakan, penyelamatan dan rehabilitasi terumbu karang melalui metode dan teknologi terkini ramah lingkungan.

Metode dan tehnologi itu, kata Prof Charles, seperti penggunaan reef ball dan peningkatan jumlah maupun luas areal kawasan-kawasan konservasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, pakar ekonomi DR Vecky Masinambouw menyatakan bahwa Pelaksanaan WCRC membuat mata dunia tertuju ke Manado, karena kegiatannya menyangkut masalah penyelamatan lingkungan hidup.

Dari sisi ekonomi dalam perdagangan internsional "green produck" akan menjadi suatu syarat transaksi perdagangan tersebut bisa dilaksanakan.

Diharapkan ketika even ini terlaksana melalui forum bisnisnya, maka akan terjadi transaksi perdagangan luar negeri yang membuat ekonomi Sulut semakin bergairah.

Di satu sisi kegiatan internasional WCRC itu akan semakin memantapkan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) karena akan semakin membuka peluang investasi dan meningkatkan perekonomian daerah.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026