Logo Header Antaranews Manado

BI perkuat digitalisasi farming petani di Sulawesi Utara

Kamis, 27 Agustus 2026 12:05 WIB
Image Print
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Joko Supratikto, di Manado. ANTARA/Nancy L Tigauw.

Manado (ANTARA) - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Joko Supratikto mengatakan pihaknya terus memperkuat digitalisasi farming petani di daerah tersebut.

"Sejak beberapa tahun terakhir ini, kami telah melakukan penguatan inovasi digital bagi petani di Sulut," kata Joko, di Manado, Kamis.

Joko mengatakan melalui Program Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua) telah memiliki enam kelompok tani yang tersebar di beberapa kabupaten di Sulut.

Keenam kelompok tani ini, katanya, telah menerapkan digital farming, melalui pemanfaatan smart greenhouse dan drone sprayer untuk komoditas rica (cabai), bawang merah, dan padi.

Dengan menerapkan digital farming, katanya, petani di Sulut bisa mengatur takaran pupuk dan bahan produksi agar lebih tepat, menekan biaya, serta mendongkrak daya saing.

Joko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut meningkatkan efisiensi budidaya, khususnya melalui penggunaan pupuk dan bahan produksi yang lebih tepat takaran, sehingga menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing petani.

Ia menjelaskan fokus utama Patua BI Sulut yakni mendukung ketersediaan pasokan pangan, pengendalian inflasi daerah, serta praktik pengelolaan pertanian dari hulu ke hilir.

BI, katanya, memberikan pelatihan teknis pertanian, pendampingan lapangan, pengelolaan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan akses pasar.

"Hingga saat ini telah terdapat 84 Patua yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulut," katanya.

Ia mengatakan, BI melakukan inisiatif pendampingan dan pemberdayaan petani komoditas hortikultura pangan, seperti cabai dan bawang merah, untuk meningkatkan produktivitas, ekonomi daerah, dan kemandirian usaha para petani Sulut.

"Sehingga komoditas yang sering memicu inflasi di Sulut seperti cabang, bawang merah dan beras, bisa kita tekan," katanya.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026