
Tidak ada kebocoran soal UN di Sulut

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) A Gemmy Kawatu mengatakan hingga pelaksanaan ujian nasional (UN) SMP berakhir, tidak ada kebocoran soal karena mekanisme pengawasan sudah dilakukan sesuai prosedur dan pengawalan yang k
Manado, 15/5 (AntaraSulut) - Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) A Gemmy Kawatu mengatakan hingga pelaksanaan ujian nasional (UN) SMP berakhir, tidak ada kebocoran soal karena mekanisme pengawasan sudah dilakukan sesuai prosedur dan pengawalan yang ketat.
"Naskah soal UN langsung didistribusikan ke sekolah dengan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian, sehingga tidak memungkinkan terjadi penyimpangan," kata Gemmy di Manado, Kamis.
Gemmy mengatakan idak ada seorang guru maupun pengawas mengetahui isi soal sebelum dibuka pada saat pelaksanaan UN di depan para siswa," kata Gemmy.
Koordinasi tetap dilakukan antara Diknas Sulut dan kabupaten/kota terkait penerimaan naskah di masing-masing dinas, kata Gemmy.
Sementara itu, terkait pengamanan naskah UN, kata Kawatu dengan mengerahkanpenjagaan di kantor diknas selama 24 jam dibantu oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap.
Ada 15 personil yang dikerahkan kepolisian untuk penjagaan. Untuk di daerah, Dinas masing-masing telah bekerjasama dengan Kepolisian di daerah untuk mengamankan naskah UN saat didistribusikan.
"Kami yakin dengan penjagaan yang maksimal serta koordinasi dengan dinas di Kabupeten/Kota, meniadakan potensi kebocoran yang dikhawatirkan,"
Untuk setiap siswa dalam kelas, kata Gemmy mendapatkan variabel soal berbeda sehingga kebocoran soal sangat sulit dilakukan, kata Gemmy sambil menambahkan Jika dalam satu kelas ada 20 siswa maka setiap siswa mendapatkan soal berbeda.
"Pengawasan guru dilakukan secara silang, jadi siswa di sekolah yang satu mendapatkan pengawas dari sekolah lain. Juga pengawasan eksternal dari Universitas Manado menempatkan satu sekolah tiga pengawas," kata Gemmy.
Upaya yang dilakukan ini berjalan dengan optimal, sehingga mampu meminimalisir potensi kecurangan dalam pelaksanaan UN.
Pelaksanaan UN tingkat SMA/MA/SMK dan sederajat berlangsung sejak 14-16 April 2014, peserta UN di Sulut baik siswa SMA/MA/SMK dan sederajat maupun paket C tercatat 30.741 siswa.
Sedangkan, sebanyak 38.309 siswa Sekolah Menengah Pertama atau sederajat di Sulawesi Utara mengikuti ujian nasional, 5-8 Mei 2014.***3***
Pewarta :
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
