Logo Header Antaranews Manado

Bakorkamla gelar Rakortas di Manado

Selasa, 26 November 2013 06:36 WIB
Image Print
Suasana Rakortas Bakorkamla dilaksanakan di Hotel Sutan Raja, Maumbi Minahasa Utara. (Foto Jorie M R Darondo) ((1))
"Dari Rakortas ini, dapat memetakan permasalahan dan isu-isu terkini yang berkembang dalam lingkup tugas masing-masing pemangku kepentingan Bakorkamla," kata Bambang saat membuka Rakortas tersebut.

Manado, 25/11 (Antara Sulut) - Badan Koordinasi Keamanan Laut RI menggelar Rapat Koordinator terbatas (Rakortas) Bidang Operasi Satgas II tim Korkamla, di Manado, Senin.

Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla RI, Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto mengatakan, Rakortas sebagai salah satu wadah bersama dalam membahas isu dan persoalan operasi keamanan laut terkini, ajang koordinasi dan pertukaran informasi operasi.

"Dari Rakortas ini, dapat memetakan permasalahan dan isu-isu terkini yang berkembang dalam lingkup tugas masing-masing pemangku kepentingan Bakorkamla," kata Bambang saat membuka Rakortas tersebut.

Bambang Suwarto menambahkan, nantinya itu dapat digunakan sebagai bahan dalam menentukan kebijakan kedepan sekaligus pula dapat menjadi bahan referensi bagi pemangku kepentingan Bakorkamla dalam menggelar kegiatan mandiri masing-masing sesuai dengan kewenangan yang ditentukan oleh undang-undang.

Bambang mengatakan, daerah koordinsi Satgas II tim Korkamla Manado, di perairan wilayah tengah Indonesia tepatnya sepanjang perairan ALKI II.

Selain berbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Filipina, juga terdapat Selat Makassar yang merupakan salah satu jalur perairan utama di ALKI II, dan sering ditemukan berbagai macam pelanggaran yang terjadi, baik dilakukan kapal berbendera asing maupun kapal berbendara Indonesia.

Pelanggaran tersebut seperti pengangkutan hasil hutan dan barang tambang serta satwa dilindungi yang tidak sah, penyelundupan terutama di daerah perbatasan, pelanggaran dokumen pelayaran, pencemaran laut dan migran gelap.

"Kemudian tindakan-tindakan pelanggaran maupun tindakan kejahatan lainnya baik konvensional maupun 'trans national crime'," katanya.

Melihat hal tersebut, kata Bambang, akan menjadi beban tersendiri bagi kita selaku aparat di laut tentang bagaimana mengelola dengan baik dan profesional masalah keamanan laut.

Kemudian bagaimana mengelola layanan informasi, bagaimana memberikan pelayanan regulasi terbaik bagi pengguna laut, terutama yang bergerak pada bidang jasa dan maritim.

"Intinya, apa yang kita lakukan akan menjadi pusat perhatian negara-negara dan masyarakat maritim pengguna laut," katanya.

Oleh karena itu, kata Bambang, sangat penting untuk mengedepankan fungsi layanan keamanan terbaik yang dikelola secara terintegrasi dan terpadu, terkoordinir dalam satu pola pikir dan tindakan yang sama demi nama baik dan martabat bangsa.@antarasulut.com



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026