
DPRD Manado Minta Pengembang Melengkapi Fasilitas Perumahan

"Yang pasti semua keluhan masyarakat yang sampai hari ini, akan dibicarakan nantinya dengan wakil rakyat, begitu kami mengatur jadwalnya segera dibahas hingga bisa ada solusi," kata Mandagie.
Manado, (ANTARA Sulut) - DPRD Manado minta pengembangan perumahan menetapi janji kepada para penghuni, terkait kelengkapan berbagai fasilitas sebagaimana yang diperjanjikan.
"Pengembang harus menyediakan seluruh fasilitas sebagaimana yang seharusnya ada, jangan merugikan masyarakat penghuni perumahan," kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Manado, Boby Daud, di Manado, Senin.
Boby mengatakan masih adanya pengembang yang ingkar janji tersebut, terungkap ketika penghuni perumahan Poligriya II, Mapanget, Kota Manado mengadukan nasibnya ke DPRD Manado hari ini.
Ia mengatakan, keluhan rakyat tersebut menjadi perhatian DPRD dan juga sebagai input bagi dewan.
"Mekanisme penjadwalan untuk hearing oleh sekretariat dewan, harus dengan surat resmi, untuk itu penghuni yang merasa dirugikan silahkan menyurat agar segera diproses," kata Boby.
Ia mengatakan, akan minta penjelasan pengembang nantinya dalam rapat dengar pendapat yang akan digelar nanti, sehingga jelas duduk masalahnya, kalau memang ada indikasi masalah hukum, akan direkomendasikan kepada pihak yang berwajib.
Sekretaris DPRD Manado Denny Mandagie, mengatakan, jika memang ada keluhan yang hendak disampaikan, warga disilahkan menyurat ke sekretariat DPRD dan akan diatur jadwal pembahasan dengan komisi.
"Yang pasti semua keluhan masyarakat yang sampai hari ini, akan dibicarakan nantinya dengan wakil rakyat, begitu kami mengatur jadwalnya segera dibahas hingga bisa ada solusi," kata Mandagie.
Penasihat kerukunan warga cinta damai Poligriya II Jantje Oroh mengatakan, mereka yakin pengembang tidak menepati janji saat pengguna menempati rumah di kawasan tersebut.
Jantje mengatakan, yang paling membuat warga perumahan tidak senang, adalah ulah pengembang yang menaikan tarif air secara sepihak, tanpa ada pemberitahuan dan persetujuan dari penghuni dari Rp60 ribu menjadi Rp75 ribu, padahal air hanya jalan dua jam sehari saja, serta masalah keamanan.
Perwakilan pengembang Jemmy Rawis mengatakan, pihaknya sama sekali tidak ingkar janji, karena memang untuk menaikan harga sewa air itu hak mereka, sebab ini usaha swasta.
"Kalau soal keamanan kita sepakat untuk menyediakan bersama tenaga satuan pengamanan, tetapi warga belum menyiapkan jadi kami menunggu dulu," katanya.***4***
(T.KR-JHB/B/G004/G004) 10-06-2013 18:14:55
Pewarta : oleh :Joyce Bukarakombang
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
