
UNAS SMA di Sulut ditunda 17 April

Pemberitahuan mengenai hal tersebut, baru kami terima dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta alasan teknis penundaan," kata Kepala Dinas Pendidikan Manado Dante Tombeg, di Manado, Minggu.
Manado, (ANTARA Sulut) - Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (Unas) tingkat SMA/SMK di Sulawesi Utara (Sulut) ditunda Rabu (17/4).
"Pemberitahuan mengenai hal tersebut, baru kami terima dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta alasan teknis penundaan," kata Kepala Dinas Pendidikan Manado Dante Tombeg, di Manado, Minggu.
Dante mengatakan, kendala teknis yang dimaksud adalah belum masuknya naskah ujian ke Manado hingg Minggu sore, jadi tak ada yang didistribusikan ke sekolah penyelenggara.
Meski begitu ia mengatakan, saat naskah masuk akan langsung didistribusikan ke sekolah-sekolah penyelenggara oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara dan Manado, dalam pengawalan kepolisian.
"Kami harap penundaan ini dapat dimanfaatkan siswa untuk lebih mempersiapkan diri, agar lulus dengan terbaik," kata Dante.
Namun ia menegaskan, Manado sudah sangat siap melaksanakan ujian nasional, dan segala hal yang berhubungan ujian nasional sudah dipersiapkan.
Alvian Alexandro, siswa SMK II Manado jurusan Teknik Komputer Jaringan mengaku kaget mendengar penundaan ujian nasional, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Tetapi ia mengatakan, agak lega karena masih bisa mempersiapkan diri lebih lagi walau hanya satu atau dua hari, walaupun ia sendiri mengaku merasa tegang menanti pelaksanaan ujian yang tertunda tersebut.
Peserta Unas tingkat SMA sederajat di Manado tercatat 7.660 siswa, dengan perincian SMA 3.837, MA 367, SMK 3.456, diselenggarakan oleh 45 sekolah yakni 27 SMA, dua MA dan 16 SMK dan sekolah bergabung 16 SMA, tiga MA dan 16 SMK.
(guntur/@antarasulut.com)
Pewarta : Oleh : Joyce Bukarakombang
Editor:
Guntur Bilulu
COPYRIGHT © ANTARA 2026
