Logo Header Antaranews Manado

Pemkab Minut pastikan pasokan LPG normal

Selasa, 9 April 2013 21:08 WIB
Image Print
Bupati Minut, Sompie Singal (1)
"Tiga agen yang beroperasi masing-masing PT Anugrah Lestari di Kasar, PT Anita Kumayas Jaya di Kalawat dan satu lagi agen di wilayah Dimembe, dimana telah memasok 560 tabung ke pangkalan-pangkalan yang ada di Minahasa Utara," ujar Karisoh.

Minahasa Utara, (ANTARA Sulut) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) pastikan pasokan tabung dan gas LPG di daerah itu untuk masyarakat setempat berangsur normal.
Kabag Ekonomi Pemkab Minut, Michael Karisoh, di Minut, Selasa mengatakan, sebanyak 1680 tabung LPG 3 kg telah disalurkan oleh tiga agen yang ada di daerah itu.
"Tiga agen yang beroperasi masing-masing PT Anugrah Lestari di Kasar, PT Anita Kumayas Jaya di Kalawat dan satu lagi agen di wilayah Dimembe, dimana telah memasok 560 tabung ke pangkalan-pangkalan yang ada di Minahasa Utara," ujar Karisoh.
Dia mengatakan, setelah tabung LPG langkah selang tiga minggu terakhir, pihaknya dari Bagian Ekonomi serta Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), melalukan pemantauan langsung terhadap penyaluran LPG di lapangan pada Selasa (9/4).
"Kami langsung memantau penyaluran LPG dari tingkat agen hingga pangkalan yang ada di Minut," ujar Karisoh.
Adapun kelangkaan terjadi kata Karisoh, karena kapal yang membawa LPG dari Kalimantan ke Bitung, mengalami kendala cuaca buruk sehingga kandas.
"Kami dapat informasi dari pertamina kelangkaannya karena keterlambatan kapal yang mengangkut tabung LPG," kata Karisoh menjelaskan.
Pihaknya berjanji akan tetap memantau penjualan gas LPG 3 kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15 ribu.
Karisoh menghimbau, baik agen dan pangkalan di daerah itu, memprioritaskan penjualan di dalam Minahasa Utara baru keluar daerah.
Sebelumnya Bupati Minahasa Utara, Sompie Singal telah menegaskan untuk menurunkan pihak berkompeten memantau kelangkaan tabung dan gas LPG.
"Karena kelangkaan tersebut akan berdampak buruk bagi daerah khususnya masyarakat Minahasa Utara, sehingga harus dicari tahu penyebabnya," kata Singal menegaskan.
Dia pun berharap, masyarakat tidak resah dengan situasi dan kondisi tersebut, karena pemerintah akan berupaya untuk mencari solusi terkait kelangkaan tabung dan gas LPG.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026