
Pekerja Philippina terbanyak di Bitung

"Kalau ada warga yang melihat kejanggalan disekitar rumah yang disinyalir warga asing tanpa memiliki identitas, supaya segera melaporkan kepada pihak berwenang," ujarnya.
Bitung, (Antara Sulut) - Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Bitung, Jefry Sondakh mengatakan, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang paling banyak bekerja di Bitung berasal dari Philipina.
"Dari data Kesbangpol dan Linmas, ada 22 tenaga kerja asing berdomisili dan bekerja di sejumlah perusahaan Kota Bitung," ujar Jefry, di Bitung, Kamis.
Jefry mengatakan, selain tenaga kerja asing dari Philipina, ada juga berasal dari negara lain.
"Seperti halnya dari negara, Srilangka ada lima TKA, China tiga TKA, Korsel dua TKA, Polandia ada satu TKA, Singapura satu TKA dan Jepang satu TKA," ujar Jefry.
Dia mengatakan, untuk saat ini para tenaga kerja asing yang terdata memiliki Kartu Ijin Tinggal Sementara (Kitas).
"Jadi sewaktu-waktu para tenaga kerja asing di Bitung, tidaklah orang-orang itu saja, melainkan bisa bergantian, karena mengikuti prosedur keimigrasian," katanya.
Disinggung soal maraknya warga asing yang menetap di Kota Bitung tanpa memiliki identitas resmi, Jefry mengatakan, itu masih akan ditindaklanjuti, karena selama ini ada yang namanya Sanger Philipina (Sapi), untuk statusnya masih dikoordinasikan oleh berbagai pihak.
"Kalau ada warga yang melihat kejanggalan disekitar rumah yang disinyalir warga asing tanpa memiliki identitas, supaya segera melaporkan kepada pihak berwenang," ujarnya.
Jefry mengatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang penuh soal warga asing, karena yang lebih berkompeten adalah imigrasi.
Pemerintah Kota Bitung sudah melakukan koordinasi dengan pusat, terkait status warga Sanger Philipina. @antarasulutcom.
Pewarta : Melky Tumiwa
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
