
Proyek Bendungan Nuangan diduga Bermasalah

"Pekerjaan itu yang dilanjutkan sekarang ini," jelas Sunarto.
Bolaang Mongondow Timur (Antara Sulut) Pengerjaan proyek rehabilitasi bendungan dan pengendalian banjir di Nuangan Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Sulawesi Utara, senilai Rp10 miliar diduga ada indikasi kolusi.
Menurut salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dari Fraksi Partai Golkar, Sunarto Kadengkang, dua paket pekerjaan tersebut adalah lanjutan dari proyek yang tidak selesai pada 2006 lalu.
Menurut Sunarto, pekerjaan tersebut dahulu dilaksanakan oleh Yasti Soepredjo Mokoagow , yang saat ini duduk sebagai Ketua Komisi V DPR RI.
"Pekerjaan itu yang dilanjutkan sekarang ini," jelas Sunarto.
Pekerjaan yang ditender lewat Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU pemenangnya sudah diarahkan pada perusahaan penyedia jasa konstruksi tertentu.
Buktinya, pengerjaan kedua proyek tersebut telah dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum perusahaan yang bersangkutan meneken kontrak dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.
Pekerjaan bendungan senilai Rp 4,3 M dimenangi oleh PT Bangun Minahasa Pratama. Sedangkan pekerjaan pengendalian banjir senilai Rp 5 M diperoleh PT Kreasi Nyiur Membangun. Lokasi kedua proyek tersebut berdampingan.
Ketua Panitia Tender Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Lidya Karema, membantah ada main mata antara kontraktor dengan pihaknya.
Menurutnya, pekerjaan yang mulai dikerjakan adalah rehabilitasi bendungan yang sudah diumumkan tendernya beberapa bulan lalu. Sedangkan pengendalian banjir, yang lokasi pekerjaan berdampingan dengan bendungan, belum dikerjakan.
"Hasil tender sudah sesuai aturan, karena penawaran terendah yang memenuhi syarat," tegas Lidya.
Pewarta : Chandra Modeong
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
