Logo Header Antaranews Manado

Kadispora Bitung Diduga Lecehkan Wartawan

Rabu, 22 Juni 2011 13:53 WIB
Image Print
Wartawan Bitung.

Bitung, (Antara News) - Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung, Edison Humiang menyesalkan pernyataan Kadis Pendidikan dan Olahraga (Kadispora) yang seakan melecehkan para pencari Berita di Kota itu, dengan mengungkapkan telah banyak memberikan imbalan berupa uang kepada wartawan.

"Jika pernyataan yang berkembang itu benar diungkapkan Kadispora, tentunya saya mengecam pernyataan yang telah menyinggung para wartawan," tegas Humiang di Bitung, Rabu.

Terkait pernyataan Kadispora itupun, Humiang berjanji akan meminta pertanggungjawaban dari Kadispora, Herman Rompis.

"Perlu digarisbawahi oleh seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dunia tanpa wartawan ibarat malam tak berbintang," ucapnya yang dilantunkan dalam sebuah peribahasa.

Bukan hanya itu, Sekkot mengecam jika memang ada pungutan saat penerimaan siswa baru oleh sekolah-sekolah, maupun pungutan dalam pengadaan komputer.

Pernyataan Kadispora Bitung itu terkuak saat melakukan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah baik SD, SMP dan SMA/SMK, terkait adanya isu dugaan pungutan liar (pungli) terhadap dana bantuan Kementerian Pendidikan yang disalurkan ke sekolah swasta, yang diduga dilakukan pihak Dispora.

Bahkan dalam pertemuan itu, berbagai masalah yang melilit instansi pendidikan dibahas bersama dan Rompis sempat memperingatkan agar kepala sekolah tidak memberlakukan pungutan saat penerimaan siswa baru.

Berdasarkan sumber, semua kepala sekolah dikumpul terkait dengan adanya pungli sebesar dua juta sampai dengan dua juta setengah rupiah, sehingga munculah pernyataan yang dilontarkan Kadispora Bitung dimana ulah oknum kepala sekolah menjerumuskannya hingga telah membayar uang kepada wartawan sebagai timbal balik dari sebuah konfirmasi.

Pernyataan Kadispora itupun dikecam oleh semua wartawan yang bertugas meliput di daerah Kota Bitung.

Seperti ditegaskan Wartawan Swara Kita, Ferdy Pangalila, oknum Kadispora tersebut sudah melecehkan profesi jurnalistik.

"Kami minta Kadispora mencabut pernyataan tersebut dan Wali kota Bitung dapat mencopot jabatannya, kalau tidak kami akan melakukan aksi demo," tegas Pangalila yang di aminkan segenap wartawan Bitung.

Dia mengatakan ini bukanlah ancaman, namun sebuah tindakan untuk mengembalikan citra dalam dunia jurnalistik.

Pangalila mengatakan kalaupun wartawan datang kepada Kadispora Bitung, hanya sekedar meminta konfirmasi terhadap peberitaan, bukanlah untuk meminta uang.

"Kami datang bukan untuk meminta uang, namun sebagai kebutuhan informasi terhadap isu-isu maupun pemberitaan yang berkembang dan beredar di masyarakat," ungkap Ferdy.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026