Logo Header Antaranews Manado

PT MSM Harus Perhatikan Masyarakat Sekitar Tambang

Selasa, 24 Mei 2011 17:17 WIB
Image Print
Wali Kota Bitung Hanny Sondakh

Bitung, (Antara News) - Wali Kota Bitung, Hanny Sondakh meminta kepada PT Meares Soputan Mining (MSM) agar dapat memperhatikan masyarakat yang ada di sekitar tambang, terutama pada program "community developmet".

"Masyarakat lingkar tambang perlu mendapatkan perhatian dari pihak perusahaan, agar terciptanya sinergitas antara pihak perusahaan dengan masyarakat," ungkap Sondakh saat mengunjungi lokasi tambang PT MSM, Selasa.

Sondakh pun sangat mendukung pengoperasian PT MSM di daerah itu, jika semua syarat yang dibutuhkan oleh pemerintah mampu dipenuhi oleh pihak perusahaan.

"Masyarakat harus diperhatikan serta diberdayakan dengan baik, sehingga dengan kehadiran perusahaan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Adapun kunjungan Wali kota Bitung tersebut, merupakan undangan PT MSM kepada pemerintah kota Bitung terkait pengoperasian tambang emas yang berada di wilayah tambang Toka Tindung, yang sebagian juga masuk daerah Kabupaten Minahasa Utara dan sebagiannya lagi Kota Bitung.

Rombongan Pemkot Bitung yang dipimpin Wali Kota itu, diterima oleh direktur PT MSM, Terkelin Purba di ruang administrasi building PT MSM.

Kesempatan itu juga, Purba mempresentasikan kepada rombongan tentang operasional perusahaan serta rencana kegiatan pertambangan kedepan baik pemanfaatan lahan, pemberdayaan tenaga kerja, maupun dampak terhadap lingkungan.

Dalam kunjungan itu, Wali kota Bitung didampingi Wakil Walikota Bitung, Maximilian J Lomban, Kapolres Bitung, AKBP Stevanus Bayu Satake SIK, Dandim 1310 Bitung, Letkol Inf Hardo Toga PS, Kajari Bitung, Ketua pengadilan negeri Bitung dan Kapolres Minahasa Utara, AKBP Anis viktor Brugman.

Diketahui, perusahaan tambang emas ini dikelola oleh dua perusahaan yang meliputi PT MSM dan PT Tondano Nusa Jaya (PT TTN).

Perusahaan ini adalah sebuah perusahaan perseroan terbatas Indonesia, dibentuk dalam rangka penanaman modal asing.

Tujuan perusahaan ini juga, yaitu membuka pertambangan emas di daerah toka tindung, berjarak 35 km arah timur laut Kota Manado Sulawesi Utara, terletak di Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Adapun luas kontrak karya PT MSM mencapai 741.000 hektar selang 1986, sedangkan saat ini yang masih dipertahankan adalah 8.986 hektar atau kurang lebih 1,3 persen dari luas awal kontrak karya.

Diketahui juga, Archipelago Resources Plc, telah mengambil alih kepemilikan PT MSM dan PT TTN sejak 2002 lalu dari AUrora Gold dan secara aktif melakukan berbagai kajian untuk melihat kemungkinan pengembangan proyek toka tindung ke tahapan produksi.

Kajian ini sudah termasuk teknis, ekonomi proyek dan perbankan untuk pendanaan, dengan saham 85 persen milik Archipelago Resources Plc, serta sisanya yaitu 15 persen dipegang oleh Austindo Nusajaya.

Dari keterangan pihak perusahaan, saham mayoritas Archipelago Resources Plc, dikuasai Rajawali Corpora dengan saham 51,1 persen.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026