
ARF-DiREx Ditutup

Penutupan ARF-DiREx 2011 Manado berlangsung penuh keakraban antar delegasi yang hadir. Delegasi Jepang tetap memenuhi tanggung jawab sebagai ketua bersama hingga akhir acara. Acara ditutup dengan evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan di Hotel Peninsula mulai pukul 09.00 Wita, Sabtu.
Evaluasi di pimpin oleh Masafumi Ishii, wakil dari Jepang. Rangkaian evalaasi diwarnai juga dengan sambutan serta tanggapan dari masing-masing delegasi mengenai hasil dari kelangsungan latihan bersama penanggulangan berncana alam yang berskala internasional tersebut.
Sambutan yang disampaikan diantaranya dari Jepang, Malaysia, Mongoliam New Zealand, Philipina, Singapore Thailand juga Vietnam. ARF-DiREx yang dilaksanakan selama satu minggu itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di Sulawesi Utara, tempat berlangsungnya kegitan tersebut.
Diaharapkan dengan adanya pelatihan ini, pertama adanya pembelajaran bagaimana berkoordinasi antar instansi terkait dalam satu pengendalian, dalam satu koordinasi, sehingga walaupun dari instansi yang berbeda namun dapat saling bahu membahu melaksanakan tugas terutama dalam penanggulangan bencana, ujar Letkol Pnb Jorry S. Koloay, selaku perancang simulasi ARF-DiREx.
Dia mengharapkan manajemen penanggulangan bencana sendiri semakin bisa memperkuat lembaga-lembaga yang ada di daerah sehingga dapat mengajukan program-program kedepan baik program pelatihan atau sosialisasi maupun kegiatan yang membelajarkan masyarakat, dari berbagai lapisan untuk siap siaga menghadapi bencana dan tanggap menanggulangi dalam berbagai risiko terhadap potensi terjadinya bencana yang dapat terjadi di Sulawesi Utara.
Sementara itu Laksamana Muda Wilem R, selaku Wakil Ketua Pelaksana ARF-DiREx memberikan laporan bahwa pelaksanaan latihan ini sangat menguntungkan bagi para peserta dari masing-masing negara yang turut terlibat.
"Manfaatnya yaitu meningkatnya kapabilitas, baik secara unit maupun secara personil dan itu merupakan salah satu dari sasaran latihan, ujarnya.
Selain itu ia juga mengatakan, setelah adanya latihan ini pemerintah Indonesia memiliki Starndart Operating Precigous dalam penanggulangan bencana, terutama apabila kita melibatkan komunitas internasional.
Masalah bencana merupakan masalah yang kompleks dan berdimensi Internasional, jadi, maka dari itu semua dilatihkan disini, ujarnya.
Setelah acara ini selesai akan ada pertemuan lanjutan yang bersifat evaluasi secara, untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dari acara ini.
Pewarta :
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
