Manado, (Antaranews) - Ketua Dewan Pimpinan Organisasi Forum Pemerhati Pariwisata Manado (DPO Forpita), N. Raymond Frans, mendukung visi menjadikan Manado sebagai kota model ekowisata.
"Visi ini sangat cocok untuk diterapkan di Kota Manado yang memiliki kekayaan alam, flora dan fauna yang sangat tinggi," katanya di Manado, Rabu.
Kota Manado dibawah kepemimpinan Walikota – G. S. Vicky Lumentut dan Wakil Walikota - Harley Mangindaan, telah menetapkan lima grand strategi dengan mengedepankan Visi : “Menjadikan Manado Sebagai Kota Model Ekowisata†dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di daerah Kota Manado untuk 2010 - 2015.
Ke lima grand strategi itu, yakni : Pertama, Mewujudkan kehidupan masyarakat yang berkualitas, rukun, dan damai. Kedua, Menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman dan tentram. Ketiga, Membangun identitas dan citra kota sebagai model eko wisata dunia. Keempat,. Meningkatkan peran Kota Manado dalam pengembangan ekonomi kawasan. Kelima, Menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Menurut Raymond yang juga adalah Staf pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado, perjalanan eksplorasi yang ingin mengetahui keadaan di bagian benua lain telah dilakukan oleh Marcopollo, Washington, Wallacea, Weber, Junghuhn, dan Van Steines serta masih banyak yang lain.
"Ini merupakan awal perjalanan antar pulau dan antar benua yang penuh dengan tantangan. Para adventurer itu melakukan perjalanan ke alam yang merupakan awal dari perjalanan ekowisata. Para explorer dari dunia barat maupun timur jauh telah mengunjungi Indonesia termasuk Kota Manado pada beberapa abad yang lalu," katanya.
Pada saat ini, ekowisata telah berkembang. Wisata ini tidak hanya sekedar untuk melakukan pengamatan burung, mengendarai kuda, penelusuran jejak di hutan belantara; akan tetapi telah terkait dengan konsep pelestarian hutan dan penduduk lokal.
"Ekowisata ini kemudian merupakan suatu perpaduan dari berbagai minat yang tumbuh dari keprihatinan terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial," katanya.
Ekowisata tidak dapat dipisahkan dengan konservasi. Oleh karenanya, ekowisata disebut sebagai bentuk perjalanan wisata bertanggungjawab.
"Wilayah Kota Manado merupakan suatu destinasi. Destinasi untuk wisata ekologis dapat dimungkinkan mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari aspek ekologis, sosial budaya dan ekonomi bagi masyarakat, pengelola, dan pemerintah," katanya.
Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip konservasi. Bahkan dalam strategi pengembangan ekowisata juga menggunakan strategi konservasi.
"Dengan demikian ekowisata sangat tepat dan berdayaguna dalam mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem di areal yang masih alami," ujar Raymond.
Karena itu, Raymond dan jajarannya, sangat mendukung visi yang telah ditetapkan itu.
Raymond menyarankan, agar supaya pembangunan yang berwawasan ekowisata di Kota Manado dapat berjalan dengan lancar dan baik, maka para pejabat pemerintah, anggota DPRD, pelaku pariwisata dan pemerhati pariwisata, serta seluruh masyarakat Kota Manado kiranya dapat memahami akan konsep pembangunan yang berwawasan ekowisata tersebut.

