
PKK Kota Bitung lakukan pencegahan stunting dan penyebaran COVID-19

Manado (ANTARA) - Ketua TP-PKK Kota Bitung Rita Mantiri Tangkudung mengatakan pihaknya akan terus melakukan pencegahan stunting dan penyebaran COVID-19 di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
"Kami berkomitmen untuk mencegah stunting di Kota Bitung, sehingga berkonsultasi dengan Perwakilan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat R Danu Ramadityo," kata dia dihubungi di Bitung, Minggu.
Dia mengatakan pertemuan tersebut membahas perbaikan status gizi dan pencegahan penyakit di Kota Bitung.
"Yang menjadi target utama saat ini yakni dalam rangka mencegah stunting dan penyebaran COVID-19," katanya.
Dia menjelaskan untuk mencegah stunting yakni pertama harus memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil.
Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan.
Selain itu, katanya, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.
Beri ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.
Dampingi ASI eksklusif dengan MPASI sehat. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting.
Terus memantau tumbuh kembang anak, bawa si kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.
Selalu jaga kebersihan lingkungan. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting.
Kemudian, katanya, untuk mencegah penyebaran COVID-19 jangan lupa lakukan mencuci tangan setiap waktu, menjaga jarak dan tetap memakai masker.
"Walaupun yang sudah divaksin, wajib menerapkan hal tersebut," katanya.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Jorie MR Darondo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
