
PKB Harus Siap Besar Tanpa Gus Dur

Palu (ANTARA Sulsel) - Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta agar PKB Sulteng harus siap besar tanpa sosok Gus Dur atau KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang meninggal 30 Desember 2009 lalu.
"Wafatnya Gus Dur sebagian jiwa PKB hilang. Ini tantangan bagi PKB bagaimana partai ini bisa besar tanpa kehadiran sosok Gus Dur," kata Wakil Ketua Dewan Tanfidz PW NU Sulteng, Gani Jumat, dalam acara doa dan tahlilan bersama, di Palu, Jumat malam.
NU dan PKB menggelar tahlilan bersama atas wafatnya Gus Dur sudah berlangsung dua malam berturut-turut. Sabtu malam ini pembacaan doa dan tahlil akan berlangsung di kediaman Ketua Rais Syuriah NU Sulteng KH Husen Habibu.
Gani Jumat menilai, antara NU dan PKB harus saling mengisi dan memahami posisi masing-masing. Menurut Gani, dua organisasi ini harus sadar bahwa organisasi ini menjadi besar tidak terlepas dari pengaruh Gus Dur baik dari segi pemikiran, sikap, maupun cara pandang politiknya.
"Saya melihat, selama ini gen NU tidak mengalir di tubuh PKB sehingga tidak heran jika ada anggota DPRD terpilih dari PKB lupa memperhatikan NU," kata Gani, di depan jamaah tahlil di Sekretariat DPW PKB Sulteng.
Dengan wafatnya Gus Dur, NU dan PKB sudah harus saling mengisi sehingga PKB bisa lebih besar demikian halnya NU.
Gani juga mengritisi masih banyaknya orang-orang di PKB yang tidak memahami politik perjuangan PKB bahkan simbol-simbol PKB seperti mengakhiri sambutan dengan kata "wallahul muafiq ilaa aqwamithariq" belum dapat diucapkan oleh sebagian politisi di PKB.
Padahal ucapan tersebut merupakan simbol organisasi dari dua organisasi tersebut, NU dan PKB.
"Ini bukti bahwa gen/DNA NU di PKB masih rendah, sementara politik perjuangan PKB salah satunya untuk warga NU," kata Gani.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPW PKB, Zainal Daud, mengatakan PKB akan melakukan upaya perbaikan hubungan dengan NU.
Dia menyadari kekuatan konstituen besar PKB berada di basis-basis NU yang selama ini tidak tergarap baik.
"Anggota DPRD dari PKB akan ke depan akan memperhatikan NU," kata Zainal yang juga anggota DPRD Sulteng ini.
Dari 10 kabupaten/kota di Sulteng, beberapa diantaranya tidak ada perwakilan kursi PKB di DPRD, seperti di Kota Palu dan Poso, sementara di tingkat provinsi terdapat satu anggota DPRD.
(T.A055/B013)
