DPRD Manado akan mulai terapkan reses partispatif
Jumat, 28 Februari 2020 21:34 WIB
Ketua DPRD Manado, Dra.Aaltje Dondokambey, sebagai pembicara dalam workshop yang digelar swara parangouang. (Jo) (1)
Manado (ANTARA) - Ketua DPRD Manado, Dra Aaltje Dondokambey, mengatakan, akan mulai menerapkan reses partisipatif untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor dalam menyerap aspirasi masyarakat nanti yang mengkhususkan perempuan.
"Rencananya mulai masa reses Maret nanti, kami akan menggandeng LSM Swara Parangpuang bekerja sama untuk bisa mendorong perempuan berpartisipasi aktif," kataI Aaltje, usai workshop reses partisipatif yang digelar Swara Parangpuang, di Manado, Jumat.
Dia mengatakan, sebagai ketua DPRD akan memulai dan memberikan contoh, dengan menggelar reses menghadirkan perempuan sebagai peserta sehingga bebas mengajukan semua masukannya.
"Dalam reses yang akan digelar nanti, saya akan mengundang perempuan sebagai peserta baik yang ada di rumah, maupun pekerja, sehingga bisa menyampaikan semua maksudnya dan masukan yang tepat untuk diperjuangkan," katanya.
Ia menambahkan bukan hanya itu, keinginan terdalam perempuan seperti mendapatkan perhatian penting dan bantuan khusus untuk usaha bisa disampaikan, bukan hanya sekedar permintaan klise seperti persoalan infrastruktur.
Dengan demikian, sebagai sesama perempuan dan yang menerima aspirasi, berkewajiban untuk memperjuangkan semua aspirasi yang masuk itu.
"Meskipun bukan sebagai penentu kebijakan minimal bisa mengedukasi para perempuan, bahwa dengan adanya reses bisa menyampaikan berbagai keinginan, serta mengingatkan bahwa dengan hadir bisa menyuarakan aspirasi." katanya.
Selain dirinya, lanjutnya, dua legislator perempuan Manado, Jeane Laluyan, SE dan Christy Masengi, SH, juga akan menggelar reses partisipatif sehingga bisa menyerap semua keinginan masyarakat dari bawah.***2***
"Rencananya mulai masa reses Maret nanti, kami akan menggandeng LSM Swara Parangpuang bekerja sama untuk bisa mendorong perempuan berpartisipasi aktif," kataI Aaltje, usai workshop reses partisipatif yang digelar Swara Parangpuang, di Manado, Jumat.
Dia mengatakan, sebagai ketua DPRD akan memulai dan memberikan contoh, dengan menggelar reses menghadirkan perempuan sebagai peserta sehingga bebas mengajukan semua masukannya.
"Dalam reses yang akan digelar nanti, saya akan mengundang perempuan sebagai peserta baik yang ada di rumah, maupun pekerja, sehingga bisa menyampaikan semua maksudnya dan masukan yang tepat untuk diperjuangkan," katanya.
Ia menambahkan bukan hanya itu, keinginan terdalam perempuan seperti mendapatkan perhatian penting dan bantuan khusus untuk usaha bisa disampaikan, bukan hanya sekedar permintaan klise seperti persoalan infrastruktur.
Dengan demikian, sebagai sesama perempuan dan yang menerima aspirasi, berkewajiban untuk memperjuangkan semua aspirasi yang masuk itu.
"Meskipun bukan sebagai penentu kebijakan minimal bisa mengedukasi para perempuan, bahwa dengan adanya reses bisa menyampaikan berbagai keinginan, serta mengingatkan bahwa dengan hadir bisa menyuarakan aspirasi." katanya.
Selain dirinya, lanjutnya, dua legislator perempuan Manado, Jeane Laluyan, SE dan Christy Masengi, SH, juga akan menggelar reses partisipatif sehingga bisa menyerap semua keinginan masyarakat dari bawah.***2***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022