Kemenhub sediakan Rp2 miliar perbaikan Pelabuhan Feri Galala
Kamis, 6 Februari 2020 18:26 WIB
Pelabuhan feri di Maluku Utara (ANTARA/Abdul Fatah)
Ternate (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyediakan dana sebesar Rp2 miliar untuk untuk perbaikan fasilitas darat terdiri dari kantor, terminal ruang tunggu, parkiran Pelabuhan Feri Galala, Maluku.
"Dana itu untuk mendukung program konektivitas antar pulau dan antar wilayah di Provinsi Malut, salah satunya adalah program pengembangan pelabuhan dan optimalisasi sarana prasarana antar pulau baik pulau-pulau besar maupun kecil supaya terjadi konektivitas antar pulau dan antar wilayah," kata Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Malut, Armin Zakaria di Ternate, Kamis.
Armin menyatakan, salah satu program yang mendapat perhatian tahun 2020 ini adalah pelabuhan Penyebrangan Feri Galala di Sofifi mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan fasilitas darat terdiri dari kantor, terminal ruang tunggu, parkiran dan sebagainya.
"Anggaran yang didapatkan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam bentuk DAK itu Rp2 miliyar tahun ini 2020 dan akan dilaksanakan pekerjaan rehabilitasi sisi darat pelabuhan Penyebrangan Feri Galala itu sekitar bulan maret atau bulan Februari, tergantung pelaksanaan tahun anggaran," katanya.
Bahkan, proses pembangunan fasilitas darat pelabuhan penyebrangan fery Galala sudah masuk di SIRUP dan di ULP untuk proses lelang kegiatannya dan paling lambat bulan depan sudah dikerjakan.
Sebelumnya, Pemprov Malut telah melakukan uji kelayakan dan perencanaan tahun 2020 untuk menjadikan Pelabuhan Sofifi sebagai salah satu transportasi laut utama dalam pengembangan perekonomian masyarakat Malut.
Dia menyatakan, pihaknya telah menyiapkan dokumen perencanaan seperti Rencana Induk Pelabuhan melalui Desain Enggenering Design, sebab, dokumen-dokumen tersebut sebagai proses tahapan untuk pengembangan pelabuhan Sofifi.
"Jadi Pelabuhan Sofifi itu program dari Gubernur Malut dan kita akan menjadikan sebagai pintu masuk utama untuk transportasi laut di Malut," ujar Armin.
Sebab, saat ini, pintu masuk utama transportasi di Malut semuanya di Ternate seperti pelabuhan Ahmad Yani dan Bandara Babullah, akan tetapi, kapasitas pelabuhan Ahmad Yani sudah tidak mungkin untuk diperbesar atau di kembangkan karena lokasi yang tidak representative.
Oleh karena itu, ada program dari Kementerian Perhubungan bahkan ada surat Menteri Perhubungan ke Presiden untuk pengembangan pelabuhan Sofifi dan Kementerian Perhubungan akan memasukan dalam Proyek Strategi Nasional atau PSN.
"Dana itu untuk mendukung program konektivitas antar pulau dan antar wilayah di Provinsi Malut, salah satunya adalah program pengembangan pelabuhan dan optimalisasi sarana prasarana antar pulau baik pulau-pulau besar maupun kecil supaya terjadi konektivitas antar pulau dan antar wilayah," kata Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Malut, Armin Zakaria di Ternate, Kamis.
Armin menyatakan, salah satu program yang mendapat perhatian tahun 2020 ini adalah pelabuhan Penyebrangan Feri Galala di Sofifi mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan fasilitas darat terdiri dari kantor, terminal ruang tunggu, parkiran dan sebagainya.
"Anggaran yang didapatkan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam bentuk DAK itu Rp2 miliyar tahun ini 2020 dan akan dilaksanakan pekerjaan rehabilitasi sisi darat pelabuhan Penyebrangan Feri Galala itu sekitar bulan maret atau bulan Februari, tergantung pelaksanaan tahun anggaran," katanya.
Bahkan, proses pembangunan fasilitas darat pelabuhan penyebrangan fery Galala sudah masuk di SIRUP dan di ULP untuk proses lelang kegiatannya dan paling lambat bulan depan sudah dikerjakan.
Sebelumnya, Pemprov Malut telah melakukan uji kelayakan dan perencanaan tahun 2020 untuk menjadikan Pelabuhan Sofifi sebagai salah satu transportasi laut utama dalam pengembangan perekonomian masyarakat Malut.
Dia menyatakan, pihaknya telah menyiapkan dokumen perencanaan seperti Rencana Induk Pelabuhan melalui Desain Enggenering Design, sebab, dokumen-dokumen tersebut sebagai proses tahapan untuk pengembangan pelabuhan Sofifi.
"Jadi Pelabuhan Sofifi itu program dari Gubernur Malut dan kita akan menjadikan sebagai pintu masuk utama untuk transportasi laut di Malut," ujar Armin.
Sebab, saat ini, pintu masuk utama transportasi di Malut semuanya di Ternate seperti pelabuhan Ahmad Yani dan Bandara Babullah, akan tetapi, kapasitas pelabuhan Ahmad Yani sudah tidak mungkin untuk diperbesar atau di kembangkan karena lokasi yang tidak representative.
Oleh karena itu, ada program dari Kementerian Perhubungan bahkan ada surat Menteri Perhubungan ke Presiden untuk pengembangan pelabuhan Sofifi dan Kementerian Perhubungan akan memasukan dalam Proyek Strategi Nasional atau PSN.
Pewarta : Abdul Fatah
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor
21 January 2026 7:00 WIB
Pelindo sosialisasi standar-sterilisasi Pelabuhan Manado ke pedagang asongan
08 November 2025 9:34 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Pertamina Corporate Wellness 2025, perwira diajak konsisten jalani hidup sehat
10 February 2026 19:37 WIB