DPRD Manado temukan insinerator miliaran rupiah tak beroperasi
Kamis, 16 Januari 2020 17:34 WIB
Ketua komisi III, Ronni Makawata (1)
Manado (ANTARA) - Komisi III DPRD Kota Manado, menemukan adanya kejanggalan dalam proyek pengadaan tempat pembakaran sampah atau insinerator, berniliai belasan miliar rupiah sebab tak beroperasi meskipun sudah selesai, saat melakukan pemeriksaan di lapangan.
Ketua Komisi III DPRD Manado, Ronni Makawata, SE, mengakui hal tersebut mengejutkan, mengingat anggaran untuk pengadaan insinerator itu mencapai angka belasan miliar.
"Kami mengecek lima insinerator yang dibuat dengan anggaran dari dinas lingkungan hidup tahun lalu dan ternyata belum beroperasi," kata Makawata, di Manado, Kamis.
Dia mengakui memang untuk insinerator yang ada di Kecamatan Wanea, yang dibangun itu masih terkendala listrik, karena membutuhkan tenaga 3.500 watt untuk menghidupkannya.
Makawata bersama komisi III, seperti Ir Jein Sumilat, Jurani Rurubua, SST, Lucky Datau dan Frederik Tangkau, menyesalkan waktu penganggaran insinerator, tidak juga didukung dengan penambahan daya untuk menghidupkannya.
"Insinerator di beberapa tempat juga sebenarnya sudah siap. namun ada kendala masing-masing," terangnya.
Menurutnya, Pemkot Manado sebenarnya akan terbantu dalam penanganan sampah jika insinerator telah berfungsi, tetapi karena tak bisa difungsikan, maka terkesan tak bermanfaat.
Karena itu dia berharap tahun ini segera dioperasikan, supaya tidak ada lagi tumpukan sampah. ***3***
Ketua Komisi III DPRD Manado, Ronni Makawata, SE, mengakui hal tersebut mengejutkan, mengingat anggaran untuk pengadaan insinerator itu mencapai angka belasan miliar.
"Kami mengecek lima insinerator yang dibuat dengan anggaran dari dinas lingkungan hidup tahun lalu dan ternyata belum beroperasi," kata Makawata, di Manado, Kamis.
Dia mengakui memang untuk insinerator yang ada di Kecamatan Wanea, yang dibangun itu masih terkendala listrik, karena membutuhkan tenaga 3.500 watt untuk menghidupkannya.
Makawata bersama komisi III, seperti Ir Jein Sumilat, Jurani Rurubua, SST, Lucky Datau dan Frederik Tangkau, menyesalkan waktu penganggaran insinerator, tidak juga didukung dengan penambahan daya untuk menghidupkannya.
"Insinerator di beberapa tempat juga sebenarnya sudah siap. namun ada kendala masing-masing," terangnya.
Menurutnya, Pemkot Manado sebenarnya akan terbantu dalam penanganan sampah jika insinerator telah berfungsi, tetapi karena tak bisa difungsikan, maka terkesan tak bermanfaat.
Karena itu dia berharap tahun ini segera dioperasikan, supaya tidak ada lagi tumpukan sampah. ***3***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022