Puluhan Calon Praja IPDN Sulawesi Selatan ke Jatinangor
Jumat, 9 Agustus 2019 14:06 WIB
Para calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXX Tahun 2019 telah dilepas secara resmi ke Kampus IPDN Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, Kamis.ANTARA FOTO/HO/Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan sebanyak 82 calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXX Tahun 2019 telah dilepas secara resmi ke Kampus IPDN Jatinangor, Bandung, Jawa Barat.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani mengatakan para calon praja yang merupakan perwakilan kabupaten/kota se-Sulsel tersebut akan mengikuti tes seleksi penentuan akhir di Jatinangor.
Sekprov Sulsel mengatakan, dalam proses seleksi tersebut, negara betul-betul mengawasi pelaksanaannya secara objektif.
"Kenapa negara harus pastikan semua itu objektif, karena kita ingin mencari kader pimpinan tingkat nasional di era yang akan datang. Ada salah satu yang perlu kita perhatikan, dari semua sistem yang ada, salah satunya adalah proses rekrutmen yang transparansi. Kita semua harus ikut mengawasi," Abdul Hayat dalam keterangannya di Makassar, Jumat.
Ia menjelaskan, satu hal yang perlu dilakukan untuk memperoleh kesuksesan adalah melakukan adaptasi yang benar. Adaptif memiliki jangkauan yang luas, terutama dalam bahasa-bahasa lintas budaya.
"Adaptif terhadap lingkungan di mana saja berada. Insya Allah, akan masuk pada proses-proses yang kita ingin tuju bersama," pesannya.
"Semakin kita jauh dari kampung kita, semakin kita mengenal budaya kita. Tetapi jika tidak ada pembanding, kita tidak akan mengerti budaya kita seperti apa," lanjut Abdul Hayat.
Abdul Hayat juga mengatakan, pemerintah siap memantau semua proses seleksi tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani mengatakan para calon praja yang merupakan perwakilan kabupaten/kota se-Sulsel tersebut akan mengikuti tes seleksi penentuan akhir di Jatinangor.
Sekprov Sulsel mengatakan, dalam proses seleksi tersebut, negara betul-betul mengawasi pelaksanaannya secara objektif.
"Kenapa negara harus pastikan semua itu objektif, karena kita ingin mencari kader pimpinan tingkat nasional di era yang akan datang. Ada salah satu yang perlu kita perhatikan, dari semua sistem yang ada, salah satunya adalah proses rekrutmen yang transparansi. Kita semua harus ikut mengawasi," Abdul Hayat dalam keterangannya di Makassar, Jumat.
Ia menjelaskan, satu hal yang perlu dilakukan untuk memperoleh kesuksesan adalah melakukan adaptasi yang benar. Adaptif memiliki jangkauan yang luas, terutama dalam bahasa-bahasa lintas budaya.
"Adaptif terhadap lingkungan di mana saja berada. Insya Allah, akan masuk pada proses-proses yang kita ingin tuju bersama," pesannya.
"Semakin kita jauh dari kampung kita, semakin kita mengenal budaya kita. Tetapi jika tidak ada pembanding, kita tidak akan mengerti budaya kita seperti apa," lanjut Abdul Hayat.
Abdul Hayat juga mengatakan, pemerintah siap memantau semua proses seleksi tersebut.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo batal pimpin pelantikan 1.110 purna praja IPDN karena bertemu PM Malaysia
28 July 2025 10:29 WIB
Praja IPDN Sulut diharapkan berkapasitas menghadapi revolusi industri 4.0
14 November 2020 6:02 WIB, 2020
Terpopuler - Provinsi Sulut
Lihat Juga
Peringatan Merah Putih, Gubernur: Jangan biarkan api patriotisme ini redup
15 February 2026 5:17 WIB
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor
21 January 2026 7:00 WIB
Gubernur Sulut sebut arus ekspor-impor Sulampua masih bergantung pulau Jawa
21 January 2026 6:59 WIB
Gubernur Sulut sebut kawasan Sulampua miliki peran strategis ekonomi nasional
20 January 2026 5:48 WIB