Manado, (Antaranews Sulut) - Komunitas alumni Unsrat Manado di Jakarta yakni jaringan alumni pelayanan
(JALA) Jabodetabek dan Bandung,  IKA Unsrat dan IKA Fakultas hukum Unsrat menggelar seminar nasional bertajuk, "mencari pemimpin yang bersih dan berhikmat untuk Indonesia", sekaligus perayaan syukur Natal 2018 dan tahun 2019, di Jakarta, Sabtu (2/2) akhir pekan lalu. 

Ketua Umum, JALA Unsrat Jabodetabek/Bandung, Sonya Hellen Sinombor, SH, mengatakan, seminar dilaksanakan di Aula Gajah Masa kantor Lemhanas, Jalan Merdeka Selatan 10, Jakarta, yang dibuka oleh Letjen Pur. Agus Widjojo, sebagai materi kunci. 

Dia mengatakan, tujuan seminar ini semata-mata untuk mengembangkan semangat Sitou Timou Tumou Tou yang diwariskan Sam Ratulangi dalam mewujudkan pemimpin yang bersih berhikmat dan menjunjung tinggi nilai-nilai Kemanusiaan dalam bingkai NKRI, juga  terciptanyanya semangat membangun bangsa Indonesia yang dilandasi dengan nilai-nilai Bersih dan Berhikmat sebagi karakter utama para pemimpinnya.

Sementara Ketua Panitia Seminar Nasional dan Ibadah Syukur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Komunitas Alumni Unsrat Junita Ma'i SH MH, di Jakarta menambahkan kegiatan seminar dirangkaikan dengan  Ibadah Syukur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, yang dipimpin oleh  Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Dr Henriette Tabiya Hutabarat- Lebang STh.  Seminar nasional yang digelar JALA Unsrat Jabodetabek. (Ist) (1)

Acara juga dimeriahkan oleh penyanyi Eka Deli, Vonny Sumlang, Jenny Singkoh, penyanyo cilik Kezia Kaitlyn the Voice of Kids and Asia Talent, Voice of Soul Choir, serta Maengket Keluarga Kawanua Bogor. 

Sebelum seminar dimulai Ketua Umum IKA Unsrat Ir Marhanny Pua V Pua MA menyampaikan sambutan, yang pada intinya mengatakan  kegiatan itu sangat tepat, di saat bangsa Indonesia sedang memasuki tahun politik, yakni momentum strategis bagi rakyat Indonesia untuk mengambil keputusan memilih pemimpin bangsa, baik presiden dan wapres, juga para anggota parlemen nasional dan daerah. 

Rektor Unsrat dalam sambutan yang diwakili Wakil Rektor dua,  Ronny Maramis SH MH juga menyampaikan harapan yang sama, dan berharap dari seminar tersebut akan melahirkan rekomendasi. 

Di sisi lain, Sonya mengatakan,  aspek keberagaman yang harmoni di Indonesia terus menjadi pusat perhatian banyak orang, untuk dikembangan dan dilestarikan dalam rangka menjadikan bangsa Indonesia terus menghidupi nilai-nilai luhur persatuan dan kesatuan.

"Sebab itu, lahirnya pemimpin-pemimpin yang bersih dan berhikmat telah menjadi kebutuhan yang terus diperlukan untuk menjawab tantangan masa depan bangsa kedepan dalam mempertahankan eksistensinya, sekalipun kemajemukan dan keberagaman memiliki kompleksitas  pengelolaan yang tidak mudah dikelola oleh para pemimpin di bangsa ini," katanya.

Dengan iktiar dan semangat inilah kumpulan Alumni JALA Unsrat menyelenggarakan Seminar nasional tersebut dan mengundang  serta mengajak  para tokoh Nlnasional dan pemimpin lembaga-lembaga negara serta beberapa tokoh daerah yang sudah berkiprah di kancah nasional, diharapkan seminar ini dapat melahirkan rekomendasi positif dalam memenuhi dan menjawab tantangan bangsa ini untuk memunculkan para pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang pas dan cocok dengan semangat NKRI. 

Sebagai pembicara utama  adalah, Syarief Hidayat Direktur Gratifikasi KPK yang mewakili Ketua KPK,      Eko Sulistiyo, Deputi IV Kantor Staf Presiden,  Dr. Jan S. Maringka, Jaksa Agung Muda Intelejen Kejagung RI , Dr. Ronny F Sompie, SH.,MH Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, juga menghadirkan 
penanggap, dari beberapa tokoh dan pimpinan organisasasi keumatan Kristen antara lain Prof Lucky Sondakh, Rektor Unsrat 2003-2008,  Pengurus DPP Persatuan Intelijentia Kristen Indonesia (PIKI) Woro Wahyuningtyas, Wakil tiga Rektor  Unsrat Dr Ronny Gosal. 

Peserta yang hadir dalam seminar sekaligus syukuran Natal dan tahun baru  itu sekitar 300 orang,  antara lain alumni Unsrat, kalangan kampus, praktisi Politik, birokrat,  pengamat dan peneliti bidang Kepemimpinan, seeta engamat dan peneliti yang relevan dengan Kegiatan ini.

 

Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Nancy Lynda Tigauw
Copyright © ANTARA 2026