Bara Hasibuan kecam keras penghentian ibadah natal di Tangerang
Minggu, 30 Desember 2018 6:57 WIB
Anggota DPR-RI Bara Hasibuan, saat berkunjung di Manado. (Joy) (1)
Manado, (Antaranews Sulut) - Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Utara, Dr. Bara Krishna Hasibuan Walewangko, mengecam keras, penghentian dan pemaksaan keluar rumah ibadah, yang dilakukan sekolompok orang, kepada jemaat HKBP dan Pantekosta yang sedang ibadah Natal, di Tangerang, Banten, pekan ini dengan alasan rumah ibadah tak punya izin.
Dia mengatakan hal tersebut adalah tragedi yang melukai kemanusiaan dan nilai-nilai Pancasila, dan sungguh sangat keterlaluan.
“Walaupun kejadian seperti ini sudah sering terjadi di negara kita, tapi tetap saja meyakitkan sekali saat medengar kejadian tersebut, apalagi terjadi di hari Natal yang merupakan hari raya umat Kristiani yang diakui negara. Sungguh sangat keterlaluan,” kata Bara, saat menghubungi Antara, di Manado.
Bara mengatakan, kejadian ini merupakan perlakuan yang keji dan biadab serta tidak berperikemanusiaan.
“Saya mengecam keras aksi biadab itu!” tegas Bara.
Bara prihatin, dan mempertanyakan sampai kapan hal seperti ini akan terus terjadi di negara Pancasila yang konstitusinya menjamin kebebasan setiap warga negara untuk beribadah.
“Yang lebih ironis lagi, dalam dua kejadian itu aparat kepolisian bukannya bersikap tegas dlm melindungi jemaat dalam melaksanakan ibadahnya, malah justru ikut meminta para jemaat utk meninggalkan gereja. Lagi - lagi negara kalah dengan kelompok radikal dan gagal dalam melaksanakan kewajibannya untuk melindungi warga negara dalam beribadah,” lanjut Bara.
Bara meminta kepada Bapak Kapolri Tito Karnavian agar mengusut tuntas kasus ini dan bahkan menindak oknum kepolisian yang justru ikut meminta warga jemaat untuk keluar dari Gereja tersebut.***
Dia mengatakan hal tersebut adalah tragedi yang melukai kemanusiaan dan nilai-nilai Pancasila, dan sungguh sangat keterlaluan.
“Walaupun kejadian seperti ini sudah sering terjadi di negara kita, tapi tetap saja meyakitkan sekali saat medengar kejadian tersebut, apalagi terjadi di hari Natal yang merupakan hari raya umat Kristiani yang diakui negara. Sungguh sangat keterlaluan,” kata Bara, saat menghubungi Antara, di Manado.
Bara mengatakan, kejadian ini merupakan perlakuan yang keji dan biadab serta tidak berperikemanusiaan.
“Saya mengecam keras aksi biadab itu!” tegas Bara.
Bara prihatin, dan mempertanyakan sampai kapan hal seperti ini akan terus terjadi di negara Pancasila yang konstitusinya menjamin kebebasan setiap warga negara untuk beribadah.
“Yang lebih ironis lagi, dalam dua kejadian itu aparat kepolisian bukannya bersikap tegas dlm melindungi jemaat dalam melaksanakan ibadahnya, malah justru ikut meminta para jemaat utk meninggalkan gereja. Lagi - lagi negara kalah dengan kelompok radikal dan gagal dalam melaksanakan kewajibannya untuk melindungi warga negara dalam beribadah,” lanjut Bara.
Bara meminta kepada Bapak Kapolri Tito Karnavian agar mengusut tuntas kasus ini dan bahkan menindak oknum kepolisian yang justru ikut meminta warga jemaat untuk keluar dari Gereja tersebut.***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Otto Hasibuan tegaskan kualitas advokat harus ditingkatkan hadapi KUHP baru
11 November 2025 12:58 WIB
Otto Hasibuan sebut pers bentuk wajah demokrasi dan bangun kesadaran publik
23 October 2025 19:56 WIB
Otto Hasibuan sebut Megawati tak tepat sampaikan "amicus curiae" karena berperkara di MK
16 April 2024 16:47 WIB, 2024
Kuasa hukum Prabowo-Gibran sebut permohonan Anies-Muhaimin salah kamar
28 March 2024 17:41 WIB, 2024
Diminta jadi pengacara Djoko Tjandra, Otto Hasibuan pertanyakan eksekusi
01 August 2020 21:37 WIB, 2020
Dirjen pengelolaan limbah sampah B3-Bara Hasibuan ajak milenial kurangi sampah plastik
27 March 2019 20:20 WIB, 2019
Kementerian LHK-Komisi VII DPR-RI gelar kampanye anti sampah plastik 27 Maret
26 March 2019 11:58 WIB, 2019
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022