DPK Bank SulutGo Tumbuh Lampaui Target
Rabu, 18 Oktober 2017 7:54 WIB
Manado, 13/10 (Antara) - Dana pihak ketiga (DPK) PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) pada triwulan III tahun 2017 bertumbuh melampaui target yang ada.
"Dana masyarakat yang berhasil dihimpun Bank SulutGo hingga triwulan III tahun 2017 mencapai Rp12,12 triliun tumbuh 119,63 persen dari rencana bisnis bank yang hanya Rp10,13 triliun," kata Direktur Utama PT Bank SulutGo Jeffry Dendeng di Manado, Jumat.
Jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu, katanya, DPK Bank SulutGo tumbuh sebesar 9,38 persen dari Rp11,08 triliun pada triwulan III tahun 2016 menjadi Rp12,12 triliun pada triwulan III tahun 2017.
Jeffry mengatakan hal ini juga karena bertumbuhnya tabungan dan deposito yang cukup signifikan.
Khusus DPK jenis tabungan mengalami peningkatan sebesar 15,93 persen di triwulan III tahun 2017 menjadi sebesar Rp1,57 triliun dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp1,35 triliun.
Jika dibandingkan dengan rencana bisnis bank pada triwulan III tahun 2017 memang hampir mencapai target hanya 99,49 persen dari Rp1,58 triliun.
Untuk jenis deposito juga naik sebesar 15,04 persen menjadi Rp8,01 triliun pada triwulan III tahun 2017 dari posisi yang sama tahun 2016 hanya Rp6,67 triliun.
Atau melampaui dari target bisnis bank pada triwulan III tahun 2017 sebesar 124,65 persen dari Rp6,43 triliun.
Jenis giro, katanya, memang mengalami penurunan karena di akhir tahun semua pekerjaan pembangunan pemerintahan akan sesegera mungkin diselesaikan, sehingga penarikan dana Pemda akan terus dilakukan.
"Sudah siklusnya, hingga akhir tahun dana pemda akan habis karena membiayai infrastruktur dan lain sebagainya," jelasnya.
Hingga triwulan III tahun 2017 giro Bank SulutGo turun 8,12 persen menjadi Rp2,53 trilun dari Rp2,76 triliun.
Dalam komposisi DPK Bank SulutGo sekitar 31 persen milik pemerintah daerah dan 69 persen dari masyarakat.
Sehingga, ke depan sampai akhir tahun Bank SulutGo akan menggenjot dana murah yakni tabungan dan dana mahal seperti deposito.
"Hal ini untuk menutupi penarikan giro yang cukup signifikan di akhir tahun," katanya.***3***
(T.KR-NCY/B/T013/T013) 13-10-2017 09:53:40
"Dana masyarakat yang berhasil dihimpun Bank SulutGo hingga triwulan III tahun 2017 mencapai Rp12,12 triliun tumbuh 119,63 persen dari rencana bisnis bank yang hanya Rp10,13 triliun," kata Direktur Utama PT Bank SulutGo Jeffry Dendeng di Manado, Jumat.
Jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu, katanya, DPK Bank SulutGo tumbuh sebesar 9,38 persen dari Rp11,08 triliun pada triwulan III tahun 2016 menjadi Rp12,12 triliun pada triwulan III tahun 2017.
Jeffry mengatakan hal ini juga karena bertumbuhnya tabungan dan deposito yang cukup signifikan.
Khusus DPK jenis tabungan mengalami peningkatan sebesar 15,93 persen di triwulan III tahun 2017 menjadi sebesar Rp1,57 triliun dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp1,35 triliun.
Jika dibandingkan dengan rencana bisnis bank pada triwulan III tahun 2017 memang hampir mencapai target hanya 99,49 persen dari Rp1,58 triliun.
Untuk jenis deposito juga naik sebesar 15,04 persen menjadi Rp8,01 triliun pada triwulan III tahun 2017 dari posisi yang sama tahun 2016 hanya Rp6,67 triliun.
Atau melampaui dari target bisnis bank pada triwulan III tahun 2017 sebesar 124,65 persen dari Rp6,43 triliun.
Jenis giro, katanya, memang mengalami penurunan karena di akhir tahun semua pekerjaan pembangunan pemerintahan akan sesegera mungkin diselesaikan, sehingga penarikan dana Pemda akan terus dilakukan.
"Sudah siklusnya, hingga akhir tahun dana pemda akan habis karena membiayai infrastruktur dan lain sebagainya," jelasnya.
Hingga triwulan III tahun 2017 giro Bank SulutGo turun 8,12 persen menjadi Rp2,53 trilun dari Rp2,76 triliun.
Dalam komposisi DPK Bank SulutGo sekitar 31 persen milik pemerintah daerah dan 69 persen dari masyarakat.
Sehingga, ke depan sampai akhir tahun Bank SulutGo akan menggenjot dana murah yakni tabungan dan dana mahal seperti deposito.
"Hal ini untuk menutupi penarikan giro yang cukup signifikan di akhir tahun," katanya.***3***
(T.KR-NCY/B/T013/T013) 13-10-2017 09:53:40
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jabar mengatakan kesejahteraan buruh dan industri harus adil
17 November 2021 14:53 WIB, 2021
Wakil Ketua MPR: mengatakan Revisi UU Kejaksaan akan sisipkan keadilan restoratif
04 November 2021 13:30 WIB, 2021
Gubernur Kepri:mengatakan Orang mengira Tanjung Pinang adalah Pangkal Pinang
04 November 2021 13:09 WIB, 2021
Wapres:mengatakan Penanganan COVID-19 di Indonesia masuk kategori terbaik
02 November 2021 13:34 WIB, 2021
Akademisi:mengatakan Penerapan keadilan restoratif mendesak untuk dilakukan
01 November 2021 13:09 WIB, 2021
Adik Gus Dur: mengatakan Deklarasi Bakti Nuswantara untuk kawal Pancasila
29 October 2021 14:34 WIB, 2021
Weliansyah : mengatakan Hasil buruk Semen Padang FC tanggungjawab saya
29 October 2021 12:42 WIB, 2021
Wapres: Mengatakan Kemiskinan tidak selesai hanya dengan memberikan bansos
22 October 2021 15:38 WIB, 2021
Anggota Komisi I:mengatakan "Data profiling" perlu diatur dalam RUU PDP
19 October 2021 13:16 WIB, 2021
TNI perbatasan: mengatakan Kerajinan tangan menenun warisan budaya bangsa
18 October 2021 8:52 WIB, 2021
Kepala Komite 1 DPD RI: mengatakan Kendala hukum surat ijo harus segera diatasi
13 October 2021 14:14 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
BI harapkan Pemkab Sangihe optimalkan penerimaan daerah melalui kanal digital
02 February 2026 10:03 WIB
Anggota DPR nilai perampingan BUMN ciptakan efisiensi Rp50 triliun tanpa PHK
02 February 2026 6:03 WIB
Airlangga: Pesan Presiden agar SRO jaga operasional bursa di tengah transisi
01 February 2026 7:48 WIB