Manado (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan penyaluran Biosolar di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), tetap terkendali usai antrean panjang di SPBU.

"Kami melakukan langkah untuk menindaklanjuti pemberitaan terkait antrean kendaraan pada sejumlah SPBU di Kota Manado untuk pengisian BBM jenis Biosolar," kata Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto di Manado, Jumat.

Dia mengatakan berdasarkan hasil monitoring di lapangan, peningkatan antrean mulai terlihat sejak adanya penyesuaian harga pada produk BBM nonsubsidi pada April lalu.

Kondisi tersebut memicu peningkatan konsumsi Biosolar, termasuk bertambahnya kendaraan yang beralih menggunakan BBM subsidi serta meningkatnya pengajuan QR code subsidi tepat di wilayah Sulawesi Utara.

Dari hasil pemantauan transaksi dan pengecekan langsung di SPBU, katanya, pengisian Biosolar kepada konsumen tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pembatasan volume harian berdasarkan regulasi BPH Migas dan kapasitas tangki kendaraan.

"Pertamina juga memastikan penyaluran di SPBU tetap berjalan secara terukur dan terkendali," katanya.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina bersama aparat penegak hukum (APH) terus memperkuat pengawasan dan penertiban di sejumlah SPBU yang mengalami antrean cukup tinggi.

"Langkah ini dilakukan guna memastikan penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran dan berjalan tertib di lapangan," katanya.

Dia menjelaskan kondisi stok BBM di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, berada dalam kondisi aman dan terus dipantau secara berkala.

"Pertamina terus melakukan monitoring distribusi dan konsumsi Biosolar di SPBU, termasuk memperkuat koordinasi dengan aparat terkait agar penyaluran berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan," ujar Lilik.

Pertamina juga terus mengoptimalkan pengawasan terhadap penyaluran Biosolar melalui sistem digital subsidi tepat serta evaluasi transaksi di SPBU untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.